Bacaan Dzikir dan Doa setelah Sholat Tahajud serta Tata Caranya


Jakarta

Dzikir dan doa setelah sholat Tahajud menjadi amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. Hal ini tak lepas dari keutamaan berdoa pada waktu tersebut.

Sholat Tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur. Menurut buku Sholat Tahajud & Kebahagiaan karya Abd. Muqit, sholat Tahajud secara harfiah berarti “terjaga setelah tidur.” Ini adalah sholat sunnah yang dilakukan pada waktu malam dan dikerjakan setelah seseorang tidur, meskipun hanya sebentar.

Sholat Tahajud disebut juga sebagai sholat malam atau qiyamul lail, meskipun ada perbedaan dalam pelaksanaannya.


Perbedaan utama antara sholat Tahajud dan sholat malam terletak pada waktu pelaksanaannya. Jika sholat dilakukan pada awal malam, sebagian ulama menyebutnya sebagai qiyamul lail. Sementara itu, apabila dikerjakan pada malam hari setelah tidur maka disebut sholat Tahajud.

Dalam Al-Qur’an, terdapat dalil mengenai anjuran melaksanakan sholat Tahajud. Salah satunya adalah firman Allah SWT dalam surah Al Isra’ ayat 79 yang berbunyi,

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Artinya: “Dan pada sebagian malam hari, berSholat Tahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

Hadits Nabi Muhammad SAW juga banyak yang menyebutkan pentingnya sholat Tahajud. Rasulullah SAW bersabda,

“Kerjakanlah sholat malam, sebab hal itu merupakan kebiasan orang-orang yang sholat sebelummu dan suatu jalan untuk mendekatlan diri kepada Tuhan, serta sebagai penebus kejelelan-kejelelanmu, pencegah dosa dan dapat menghalau penyakit dari badan.” (HR Tirmidzi dan Ahmad)

Muslim yang mengerjakan sholat Tahajud bisa menutupnya dengan dzikir dan doa.

Bacaan Doa setelah Sholat Tahajud

Memanjatkan doa setelah sholat Tahajud bisa dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan kepada Allah SWT. Berikut ini adalah bacaan doa setelah sholat Tahajud menurut buku Tuntunan Sholat Tahajud karya H. Sayuti,

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،

اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ.

Latin: Allaahumma lakal-hamdu anta qayyimus samaawaati wal-ardhi wa man fiihinna, walakal-hamdu lakal mulkus samaawaati wal-ardhi wa man fiihinna, walakal-hamdu antan nuurus samaawaati wal-ardhi, walakal-hamdu antal-haqqu wa wa’dukal-haqqu, wa liqaa’uka haqqu, wa qawluka haqqu, wal-jannatu haqqu, wan-naaru haqqu, wan-nabiyyuuna haqqu, wa Muhammadun haqqu, was-saa’atu haqqu.

Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alayka tawakkaltu, wa ilayka anabtu, wa bika khaasamtu, wa ilayka haakamtu. Faghfir lii maa qaddamtu wa maa akhkhartu, wa maa asrartu wa maa a’lantu, anta muqaddimu wa anta mu’akhkhiru, laa ilaaha illaa anta, wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.

Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau penegak langit dan bumi serta segala isinya. Bagi-Mu juga segala puji, Engkau raja penguasa langit dan bumi serta segala isinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi. Dan bagi-Mulah segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, firman-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Nabi Muhammad SAW itu benar dan hari kiamat itu benar.

Wahai Allah, kepada-Mu aku berserah diri, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, kepada-Mu aku rindu, dan kepada-Mu pula aku berhukum. Oleh karena itu, ampunilah dosa-dosaku, baik dosa yang terdahulu maupun dosa yang akhir, yang tersembunyi dan yang tampak. Engkaulah Dzat yang terdahulu dan Dzat yang terakhir, tidak ada Tuhan kecuali Engkau, serta tiada daya dan kekuatan kecuali hanya dengan izin Allah.”

Setelah membaca doa ini, dianjurkan memperbanyak bacaan istighfar, seperti:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Latin: Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatha’tu, a’uudzubika min syarri maa shana’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bidzanbii faghfirlii, fa innahu laa yaghfirud-dzunuuba illaa anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau. Engkau yang menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang kepada janji-Mu sekuat tenagaku, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka berilah aku ampunan, sesungguhnya tiada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau.”

Bacaan Dzikir setelah Sholat Tahajud

Selain membaca doa, muslim bisa melengkapinya dengan dzikir. Mengacu sumber sebelumnya, berikut dzikir setelah sholat Tahajud yang bisa diamalkan.

1. Istighfar, sebaiknya membaca istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT sebanyak 100 kali:

أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullahal ‘adhim wa atuubu ilaih.

Artinya: “Kami memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya.”

2. Sholawat, membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 100 kali:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin: Allaahumma shalli ‘ala sayyidinaa muhammadin wa ‘ala aali sayyidinaa Muhammad.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada penghulu kami Muhammad dan keluarganya.”

3. Tawassul, bertawassul kepada Rasulullah SAW, para sahabat, Syekh Abdul Qadir Jaelani, Syekh Ahmad Ad-Darhabi, kedua orang tua, dan kepada seluruh kaum muslimin serta muslimat.

4. Asmaul Husna, menyebutkan Asmaul Husna atau Nama-nama Allah SWT berikut sebanyak 100 kali:

يَا لَطِيْفُ يَا مُعِزُّ يَا حَمِيْدُ يَا جَلِيْلُ

Latin: Yaa lathiifu yaa mu’izzu yaa hamiidu yaa jaliilu.

Artinya: “Wahai Dzat yang memberi kelembutan, wahai Dzat yang memberi kemuliaan, wahai Dzat yang Maha Terpuji, wahai Dzat yang mempunyai kebesaran.”

5. Berdoa. setelah berdzikir, berdoalah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda.

Waktu Terbaik Mengerjakan Sholat Tahajud

Mengetahui waktu terbaik sholat Tahajud penting agar ibadah lebih sempurna. Berdasarkan sumber sebelumnya, waktu terbaik untuk melaksanakan sholat Tahajud dibagi menjadi tiga bagian malam, yaitu:

  • Sepertiga malam pertama (19.00-22.00): Ini adalah waktu yang utama melaksanakan sholat Tahajud. Meskipun bukan yang paling istimewa.
  • Sepertiga malam kedua (22.00-01.00): Waktu ini lebih utama dibandingkan waktu pertama.
  • Sepertiga malam terakhir (01.00 hingga waktu Subuh): Inilah waktu yang paling utama dan istimewa untuk melaksanakan sholat Tahajud.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa di sepertiga malam terakhir ini adalah waktu terbaik karena pada saat inilah Allah SWT mendekatkan diri-Nya dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan memerintahkan, “Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaannya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” (HR Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, sepertiga malam terakhir sangat dianjurkan untuk dimanfaatkan sebagai waktu sholat Tahajud, karena saat inilah doa-doa kita memiliki peluang besar untuk diijabah oleh Allah SWT.

Niat dan Tata Cara Sholat Tahajud

Berikut bacaan niat dan tata cara sholat Tahajud.

Niat Sholat Tahajud

أُصَلِّي سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالٰى

Latin: Ushallii sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aala.

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Tahajud

  • Melafalkan niat sholat Tahajud
  • Takbiratul ihram
  • Membaca surah Al Fatihah
  • Membaca surah atau ayat suci Al-Qur’an
  • Rukuk
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Mengulangi rakaat pertama untuk mengerjakan rakaat kedua
  • Duduk tasyahud akhir mengakhiri rakaat kedua
  • Salam
  • Membaca doa sholat Tahajud

Keutamaan Sholat Tahajud

Sholat Tahajud memiliki keutamaaan di dunia dan akhirat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mengerjakan Sholat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan teratur maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan, 5 macam kemuliaan di dunia dan 4 macam kemuliaan di akhirat.”

Keutamaan di dunia:

  1. Dipelihara oleh Allah SWT dari segala bencana
  2. Tanda ketaatan terlihat di wajahnya
  3. Dicintai oleh hamba Allah SWT yang saleh dan semua manusia
  4. Lidah mampu mengucapkan kata-kata penuh hikmah
  5. Dijadikan orang yang bijaksana

Keutamaan di akhirat:

  1. Wajah berseri ketika bangkit di Hari Pembalasan
  2. Mendapat keringanan ketika dihisab
  3. Menyeberangi Shiratal Mustaqim dengan cepat
  4. Catatan amal diberikan dengan tangan kanan

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

8 Doa untuk Orang Sakit yang Bisa Diamalkan agar Diberikan Kesembuhan


Jakarta

Mendoakan orang sakit sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan, hal tersebut merupakan hak sesama muslim seperti disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya:

“Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu: menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Sakit adalah ujian sekaligus penggugur dosa bagi muslim, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 155-156:


وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ . ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

Artinya: “Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Mereka yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali). Mereka itu mendapat keberkatan dari Tuhannya dan rahmat. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Berikut beberapa doa yang bisa diamalkan muslim ketika menjenguk orang sakit seperti dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil dan kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi terjemahan Ulin Nuha.

Doa untuk Orang Sakit: Arab, Latin dan Arti

1. Doa untuk Orang Sakit Versi Pertama

امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

Arab latin: Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

Artinya, “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Engkau.”

2. Doa untuk Orang Sakit Versi Kedua

Abu Dawud dan At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW membaca doa berikut sebanyak 7 kali di hadapan orang yang sakit.

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

Arab latin: As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.

Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu.”

3. Doa untuk Orang Sakit Versi Ketiga

Ada juga doa untuk orang sakit versi lainnya yang dibaca sambil menyebut nama orang yang sakit. Ini pernah dilakukan Rasulullah SAW ketika menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash.

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Arab Latin: Allāhummasyfi Sa’dan. Allāhummasyfi Sa’dan. Allāhummasyfi Sa’dan.

Artinya, “Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad,”

Nama Sa’ad dapat diganti dengan nama orang yang sakit.

4. Doa untuk Orang Sakit Versi Keempat

لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

Arab latin: Lā ba’sa thahūrun insyā’allāhu.

Artinya, “(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah,”

5. Doa untuk Orang Sakit Versi Kelima

Muslim juga bisa memanjatkan doa memohon ampunan kepada Allah SWT kepada orang yang sakit atau ketika sakit. Doa tersebut pernah dibaca Nabi SAW ketika menjenguk Salman Al-Farisi.

شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

Arab latin: Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.

Artinya, “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.”

6. Doa untuk Orang Sakit Versi Keenam

بِسْمِ اللهِ أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَ أَحَاذِرُ

Arab latin: Bismillaah (3 kali), a’uudzu bi ‘izzatillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7 kali)

Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang menimpaku dan yang aku takuti.” (HR. Muslim)

7. Doa untuk Orang Sakit Versi Ketujuh

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Arab latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’an laa yughadiru saqaman

Artinya: “Ya Allah, Tuhannya manusia, hilangkanlah rasa sakit, sembuhkanlah, Engkau-lah Dzat Yang Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.”

8. Doa untuk Orang Sakit Versi Kedelapan

Selain doa-doa di atas, ada juga bacaan yang dilafalkan malaikat Jibril ketika Nabi SAW sakit. Berikut bunyinya,

بِاسْمِ اللهِ، أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ

Arab latin: Bismillahi arqika min kulli syai’in yu’dzika min syarri kulli nafsin aw ainin haasidin, Allahu yasyfika bismillahi arqika

Artinya: “Dengan Nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari keburukan segala jiwa atau mata yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan Nama Allah aku meruqyahmu.”

Demikian doa untuk orang sakit yang bisa diamalkan muslim. Semoga bermanfaat.

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

5 Doa Pembukaan Acara yang Singkat, Khidmat, dan Bermakna


Jakarta

Berdoa merupakan ajaran agama yang diperintahkan Allah SWT. Doa juga menjadi bentuk ibadah yang memperlihatkan penghambaan kepada Allah SWT.

Di berbagai acara, doa merupakan salah satu elemen penting yang sering dihadirkan baik dalam pembukaaan maupun penutupan. Dalam hal ini, doa pembukaan acara menjadi upaya kita dalam memohon kelancaran, keberkahan, serta rahmat Allah SWT.

Doa Pembukaan Acara yang Singkat

لْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَننَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِهْتَدِى لَوْلَا أَنْ هَدَيْنَا اللَّهُ


Alḥamdu lillāhil-lażī hadānā lihāżā, wa mā kunnā linahtadiya lau lā an hadānallāh.

Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.”

Ada juga doa pembuka acara versi panjang yang bisa dibaca untuk berbagai acara. Doa di bawah ini bisa dibaca saat ada acara hajat, melakukan akad nikah, membuka pengajian/majelis, atau menyampaikan khutbah Jumat (HR Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majad, dan Nasa’i).

هِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . أَمَّا بَعْدُ

Innal hamdalillaah, nahmaduhuu, wa nasta’iinuhu, wa nastagh-firuh. Wa na’uudzu billaahi min syuruuri anfusinaa, wa min sayyi-aati a’maalinaa. Man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudh-lil falaa haadiya lah. Wa asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Ammaa ba’du.

Artinya:
“Segala puji hanya kepada Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.”

Doa Pembukaan Acara Pelantikan

Dikutip dari buku Doa-doa Dalam Acara Resmi, Keagamaan dan Kemasyarakatan oleh M. Ali Chasan Umar, berikut adalah doa pembukaan acara pelantikan yang bisa dibacakan:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ أَخْرِجْنَا مِنْ ظُلُمَاتِ الْوَهُم وَأَكْرِمْنَا بِنُوْرِ الْفَهْمِ وَافْتَحْ عَلَيْنَا بِمَعْرِفَةِ الْعِلْمِ وَسَهِلْ لَنَا أَبْوَابَ فَضْلِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ زِدْنَا عِلْمًا نَافِعًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا وَرِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا مُبَارَكًا بِفَضْلِكَ وَكَرَمِكَ وَرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim.

Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa muhammad. Allaahumma akhrijnaa min zhulumaatil-wahmi, wa akrimnaa binuuril-fahmi, waftah ‘alainaa bima’rifatil-‘ilmi wa sahhil lanaa abwaaba fadhlika yaa arhamar-raahimiin. allaahumma zidnaa ilman naafian, wa amalan mutaqabbalan, wa rizqan halaalan thayyiban mubaarakan bifadhlika wa karamika wa rahmatika yaa arhamar-raahimiin, wal-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.

Artinya:
“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad. Ya Allah, keluarkanlah kami dari kegelapan perasaan, limpahkanlah kepada kami kemuliaan dengan cahaya kecerdasan, bukakanlah kami untuk memahami ilmu pengetahuan, dan mudahkanlah kami menggapai pintu-pintu karunia-Mu wahai sebaik-baik Penyayang dari para penyayang. Ya Allah, tambahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima dan rezeki yang halal, baik dan berkah dengan karunia-Mu, kemuliaan-Mu dan kasih sayang-Mu wahai Penyayang dari para penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Doa Pembukaan Acara Resmi

Doa pembuka acara resmi bisa dengan mengamalkan surat Al A’Raf ayat 43 berikut:

وَنَزَعْنَا مَا فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنْ غِلٍّ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمُ الْانْهٰرُۚ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدٰىنَا لِهٰذَاۗ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَآ اَنْ هَدٰىنَا اللّٰهُۚ لَقَدْ جَاۤءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّۗ وَنُوْدُوْٓا اَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ۝٤٣

Wa naza’nâ mâ fî shudûrihim min ghillin tajrî min taḫtihimul-an-hâr, wa qâlul-ḫamdu lillâhilladzî hadânâ lihâdzâ, wa mâ kunnâ linahtadiya lau lâ an hadânallâh, laqad jâ’at rusulu rabbinâ bil-ḫaqq, wa nûdû an tilkumul-jannatu ûritstumûhâ bimâ kuntum ta’malûn.

Artinya:
“Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, (di surga) mengalir di bawah mereka sungai-sungai. Mereka berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.’ Diserukan kepada mereka, ‘Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu karena apa yang selalu kamu kerjakan.'”

Doa Pembukaan Sebelum Memulai Kegiatan

Dikutip dari laman Islam NU, Imam al-Ghazali menganjurkan untuk membaca doa berikut ini, saat memulai kegiatan ataupun memasuki bidang baru yang akan dilakukan:

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

Rabbanā ātinā min ladunka rahmatan, wa hayyi’ lanā min amrinā rasyada. (Surat Al-Kahfi ayat 10), Rabbisyrah lī shadrī, wa yassir lī amrī (Surat Al-Kahfi ayat 10).

Artinya:
“Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku. “

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com

6 Doa Memakai Pakaian bagi Muslim, Yuk Amalkan!


Jakarta

Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya segala sesuatu diawali dan diakhiri dengan doa. Begitu pula ketika berpakaian, ada doa memakai pakaian yang dapat diamalkan.

Perintah berdoa termaktub dalam surat Gafir ayat 60,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Sementara itu, pakaian sendiri merupakan sesuatu yang fungsinya menutup aurat serta melindungi tubuh. Muslim dianjurkan untuk mengenakan pakaian sebagaimana dijelaskan dalam surat Al A’raf ayat 27,

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا

Artinya: “Hai anak-cucu Adam, jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syetan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari surga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.”

Berikut beberapa doa memakai pakaian yang bisa diamalkan muslim seperti dikutip dari buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab Al-Adzkar Imam an-Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha

6 Macam Doa Memakai Pakaian

1. Doa Memakai Pakaian Versi Pertama

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرَ مَاهُوَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا هُوَ لَهُ

Arab latin: Allahumma inni as’aluka min khairihiiwa khairi ma huwa lahu, wa ‘audzu bika min syarrihi wa syarri ma huwalah

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, kebaikan dari pakaian ini, dan kebaikan baginya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini, dan keburukan baginya.”

2. Doa Memakai Pakaian Versi Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هُذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةَ

Arab latin: Alhamdulillahil ladzii kasaanii haadzaa wa razaqaniihi min ghairi hawlin minnii wa laa quwwata

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku dan yang telah menganugerahiku tanpa daya dan kekuatan dariku.”

3. Doa Memakai Pakaian Versi Ketiga

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Arab latin: Allahumma lakal hamdu anta kasautaniih, as’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lah, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa suni’a lahu

Artinya: “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau kenakan pakaian ini kepadaku, aku memohon kepada-Mu kebaikannya, dan kebaikan sesuatu baginya, dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukannya dan keburukan sesuatu baginya.”

4. Doa Memakai Pakaian Versi Keempat

Doa memakai pakaian berikut ini dikutip dari buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي مَا أُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي

Arab latin: Alhamdulillahil ladzii kasaanii maa uwari bihi ‘auratii wa atajammalu bihi fii hayatii

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Yang telah menganugerahkan pakaian kepadaku, yang degannya aku bisa menutup auratku, dan memperindah diriku dalam hidupku.”

5. Doa Memakai Pakaian Versi Kelima

Ada juga doa memakai pakaian yang tercantum dalam Hisnul Muslim susunan Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani terjemahan Qosdi Ridlwanullah.

تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللَّهُ تَعَالَى

Arab latin: Tublii wayukhlifullaah ta’ala

Artinya: “Kenakanlah sampai lusuh, semoga Allah Ta’ala memberikan gantinya kepadamu.”

6. Doa Memakai Pakaian Versi Keenam

الْبِسْ جَدِيدًا، وَعِشْ حَمِيدًا، وَمُتْ شَهِيدًا

Arab latin: Ilbis jadiidaan wa isyhamiidaan wa mut syahiidaan

Artinya: “Berpakaianlah yang baru, hiduplah dengan terpuji dan matilah dalam keadaan syahid.”

Itulah beberapa doa memakai pakaian yang bisa dibaca muslim. Jangan lupa diamalkan ya!

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa setelah Belajar agar Ilmu yang Diperoleh Bisa Bermanfaat


Jakarta

Doa setelah belajar bisa dibaca usai seseorang menuntut ilmu. Doa setelah belajar dipanjatkan dengan tujuan agar diberikan ilmu yang bermanfaat.

Islam memberikan perhatian sangat besar pada aktivitas belajar. Sebab, sempurnanya keimanan dan ibadah seseorang dalam Islam ditentukan ilmu yang mendasarinya.

Urgensi belajar bagi kehidupan manusia termanisfestasikan dengan turunnya wahyu pertama yang berkaitan langsung dengan baca, tulis dan belajar. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Alaq ayat 1-5:


اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ – ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ – ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ – ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ – ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ – ٥

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Baginda Rasulullah SAW mengatakan dalam sebuah hadits bahwa belajar adalah kewajiban umat Islam,

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.” (HR Ibnu Majah)

Sebelum belajar, seorang muslim wajib membaca doa, begitu pun setelah belajar juga harus membaca doa. Berikut ini doa setelah belajar.

Doa setelah Belajar

Ada berbagai versi doa setelah belajar. Berikut doa lengkapnya:

Doa setelah Belajar Versi 1

Mengutip dari buku 101 Doa Anak Saleh yang disusun oleh Tim Darul Ilmi, berikut doa setelah belajar:

اللَّهُمَّ إِنِّي اسْتَوْدَعْتُكَ مَا عَلَّمْتُهُ فَرْدُدُهُ لِي عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Arab latin: Allaahumma innii istauda’tuka maa ‘allamtuhuu faardud-hu lii ‘indaa haajatii ilaihi yaa rabbal ‘aalamiin.

Artinya: “Ya Allah, aku titipkan kepada-Mu apa yang telah aku pelajari, maka aku mohon kembalikanlah kepadaku ketika aku membutuhkannya, wahai Tuhan semesta alam.”

Doa setelah Belajar Versi 2

Menukil 50 Doa Harian Anak Muslim karya Fathuri Ahza Mumtaza, berikut ini doa belajar:

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Arab latin: Allahumma arinal haqqa haqqa warzugnat tiba’ah wa arinal batila batila warzuqaj tinabah.

Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehingga kami dapat selalu mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami sesuatu yang salah (batil) sehingga kami dapat selalu menjauhinya.”

Doa setelah Belajar Versi 3

Menukil buku Kumpulan Doa Pilihan Anak Muslim Plus Adab dan Hadits karya Buya’ Amar, berikut doa setelah belajar:

سُبْحَنَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ اسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ الَيْكَ

Arab latin: Subhaanaka allaahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.

Artinya: “Maha suci Engkau, saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Doa setelah Belajar Versi 4

Mengutip Doa Bergambar Anak-Anak oleh Murodi Nurikhsan, berikut ini doa setelah belajar:

اَللّٰهُمَّ اخْرِجْنَا مِنْ ظُلُمَاتِ الْوَهْمِ وَاَكْرِمْنَا بِنُوْرِالْفَهْمِ وَافْتَحْ عَلَيْنَا بِمَعْرِفَتِكَوَسَهِّلْ لَنَآ اَبْوَابَ فَضْلِكَ يَآ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Arab latin: Allahummakhrijnaa min zulumaatil wahmi, wa akrimnaa binuuril fahmi, waftah ‘alainaa bima’rifatikawa sahhil lanaa abwaaba fadhlika yaa arhamarraahimin

Artinya: “Ya Allah, keluarkanlah kami dari gelapnya keraguan, dan muliakanlah kami dengan cahaya kepahaman. Bukakanlah untuk kami dengan kemakrifatan ilmu dan mudahkanlah pintu karunia-Mu bagi kami, wahat Dzat yang Maha Pengasih,”

Demikian beberapa kumpulan-kumpulan doa setelah belajar dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

(hnh/kri)



Sumber : www.detik.com

Dzikir Ya Jabbar untuk Perlindungan, Begini Cara Mengamalkannya


Jakarta

Dzikir Ya Jabbar dipercaya sebagai salah satu amalan yang mampu memberikan perlindungan dari segala bentuk kezaliman. Ya Jabbar atau Al-Jabbar merupakan salah satu dari 99 nama Allah SWT atau Asmaul Husna.

Ada rahasia besar di balik kekuatan dzikir. Dalam setiap lafaznya, terdapat doa yang mampu menggetarkan hati dan membuka jalan perlindungan dari Allah SWT.

Makna Ya Jabbar

Dikutip dari buku Rahasia Agung Asmaul Husna karya Salahuddin Abbas, Ya Jabbar atau Al-Jabbar merupakan salah satu dari Asmaul Husna yang sering dijadikan dzikir harian. Nama ini memiliki arti “Yang Maha Memaksa” dan “Yang Maha Kuasa.”


Menurut buku Melawan Stroke dan Penyakit Jantung yang disusun oleh Rizem Aizid, sebagai Al-Jabbar, Allah SWT memiliki kekuasaan penuh untuk melakukan apa saja sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan kekuasaan yang tak terbatas, Allah SWT mampu membolak-balikkan langit dan bumi beserta isinya, termasuk mengangkat penyakit dari hamba-Nya.

Dzikir Ya Jabbar dan Artinya

Dzikir Ya Jabbar adalah salah satu dzikir yang dianjurkan dalam Islam untuk memohon kekuatan dan perlindungan dari Allah SWT. Disebutkan dalam buku Keutamaan Dzikir dan Doa Asmaul Husna karya Hamid Sakti Wibowo dan Mustaqim, berikut bacaan dzikir Ya Jabbar,

يَا جَبَّارُ مُتَكَبِّرُ

Arab latin: Ya Jabbar Mutakabbir

Artinya: “Wahai yang perkasa dan memiliki segala kebesaran.”

Dzikir ini biasa diamalkan dengan nama Allah SWT lainnya yakni Al Qahhar. Pengamalan dzikir ini biasanya dengan lafaz Ya Jabbar Ya Qahhar.

Selain lafaz tersebut, ada juga bacaan dzikir Ya Jabbar yang diambil dari Al-Qur’an dan hadits. Berikut di antaranya.

1. Dzikir Al Jabbar dari Al-Qur’an

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Arab latinnya: Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, al-malikul-quddụsus-salāmul-mu`minul-muhaiminul-‘azīzul-jabbārul-mutakabbir, sub-ḥānallāhi ‘ammā yusyrikụn

Artinya: “Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS Al Hasyr: 23)

2. Dzikir Al Jabbar dari Hadits Sunnah

تَكُونُ الأَرْضُ يَوْمَ القِيَامَةِ خُبْزَةً وَاحِدَةً يَتَكَفَّؤُهَا الجَبَّارُ بِيَدِهِ كَمَا يَكْفَأُ أَحَدُكُمْ خُبْزَتَهُ فِى السَّفَرِ نُزُلًا لِأَهْلِ الجَنَّةِ . ( رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري )

Arab latin: Takūnu al-arḍu yawma al-qiyāmati khubzah wāḥidah yatakaffauhu al-jabbāru biyadihi kamā yakfa’u aḥadukum khubzatahu fī al-safari nuzulan li’ahli al-jannah.

Artinya: “Pada Hari Kiamat nanti, bumi ini bagaikan sebuah roti yang diperlakukan oleh Allah Al-Jabbar (Yang Maha Kuasa sesuka-Nya) sebagaimana salah seorang di antara kamu yang memperlakukan rotinya ketika sedang dalam safar (perjalanan), sebagai hidangan bagi ahli surga.” (HR Bukhari dari Sa’id Al-Khusriy)

Waktu Mengamalkan Dzikir Ya Jabbar

Mengetahui waktu-waktu terbaik untuk berdzikir dapat memaksimalkan manfaat dan ketenangan yang diperoleh. Dikutip dari sumber sebelumnya, dzikir Ya Jabbar sebaiknya dibaca pada pagi hari setelah salat Subuh dan sore hari setelah salat Maghrib, terutama ketika sedang menghadapi ancaman dari musuh atau situasi sulit.

Selain itu, dzikir Ya Jabbar juga dapat dibaca setiap hari secara rutin, tanpa terikat waktu tertentu. Insyaallah, jika dilakukan dengan konsisten dan ikhlas, Allah SWT akan mengabulkan apa yang menjadi harapan seorang hamba.

Cara Mengamalkan Dzikir Ya Jabbar

Mengacu sumber sebelumnya dan buku 99 Asmaul Husna Jalan Keluar 1001 Masalah karya Muhammad Ray Arifin serta buku Hafal Luar Kepala Ibadah-Ibadah Sunnah Penangkal Segala Penyakit Berat karya H.M. Amrin Ra’uf, salah satu cara paling umum adalah membaca Ya Jabbar sebanyak 226 kali setiap pagi (setelah Subuh) dan sore (setelah Maghrib), terutama jika sedang menghadapi ancaman atau situasi sulit.

Selain itu, dzikir Ya Jabbar juga dapat diamalkan dengan jumlah yang berbeda. Ada yang menyebutkan untuk membaca Ya Jabbar sebanyak 237 kali setiap hari tanpa terikat waktu tertentu.

Beberapa sumber juga menganjurkan pembacaan dzikir Ya Jabbar sebanyak 21 kali di pagi dan sore hari. Dzikir ini dipercaya mampu menghindarkan diri dari ancaman hawa nafsu, kejahatan, serta gangguan dari orang-orang yang berniat buruk.

Manfaat Dzikir Ya Jabbar Ya Qahhar

Setiap lafaz dzikir memiliki keutamaan tersendiri, begitu pula dengan dzikir Ya Jabbar Ya Qahhar. Kedua nama Allah SWT ini mengandung makna kekuatan dan perlindungan yang luar biasa bagi siapa saja yang mengamalkannya.

Menurut sumber sebelumnya, salah satu manfaat dzikir Ya Jabbar Ya Qahhar adalah memberikan perlindungan dari musuh. Musuh yang mengancam akan menjadi tak berdaya, bahkan tunduk dan patuh. Dzikir ini juga diyakini mampu meningkatkan kewibawaan, sehingga membuat seseorang disegani oleh kawan maupun lawan.

Selain itu, dengan istiqamah dalam mengamalkan dzikir Ya Jabbar, insyaallah akan dijauhkan dan disembuhkan dari berbagai penyakit. Bahkan, dzikir ini dipercaya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit berat, seperti stroke dan penyakit jantung.

Selain itu, menurut buku Ya Allah… Akalku Terhadap Ilmuku Dangkal karya Sofiyah Satuyah Rasin, manfaat dari melantunkan dzikir Ya Jabbar ada sebagai berikut:

  • Mendapat kekuatan dan petunjuk dari Allah SWT
  • Menumbuhkan rasa takut berbuat dosa
  • Menjauhkan sifat sombong
  • Meningkatkan disiplin

Wallahu a’lam.

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com

Lokasi Kemunculan Dajjal Menurut Hadits, Benarkah dari Timur?


Jakarta

Kemunculan Dajjal menjadi salah satu tanda kiamat besar. Menurut hadits, Dajjal adalah makhluk yang akan menyesatkan manusia di akhir zaman.

Ibnu Katsir dalam An Nihayah Fitan wa Ahwal Akhir Az Zaman terjemahan Anshori Umar Sitanggal mengatakan bahwa Dajjal adalah keturunan manusia. Nantinya, dia akan menuntun manusia ke dalam kesesatan dan mengaku sebagai Tuhan.

Keberadaan Dajjal disebutkan dalam beberapa hadits, salah satunya sebagai berikut:


“Tidak ada satu pun mahluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya lebih besar dari Dajjal.” (HR Muslim)

Lantas, di mana lokasi kemunculan Dajjal pertama kali?

Lokasi Kemunculan Dajjal Pertama Kali

Diterangkan dalam buku Kiamat yang disusun Manshur Abdul Hakim, Dajjal pertama kali muncul dari arah timur. Lokasi ini merujuk pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muslim.

“Al-Masiih (Dajjal) akan datang dari arah timur dan tujuannya adalah Madinah, hingga dia sampai di baik Gunung Uhud. Lalu para malaikat menghalaunya ke Syam dan dia di sana binasa.” (HR Muslim)

Timur merupakan sumber malapetaka sebagaimana diterangkan dalam hadits lainnya. Fitnah dikatakan datang dari arah timur.

“Dari sini datang fitnah ke arah timur. Kekurangajaran dan kekasaran serta kekerasan hati merupakan sifat-sifat para penggembala unta dan lembu di kalangan suku Rabii’ah dan Mudhar.” (HR Bukhari)

Dalam riwayat lainnya dikatakan, lokasi kemunculan Dajjal pertama kali berada di antara Syam dan Irak. Terkait tempat ini Rasulullah SAW bersabda,

“Dia akan keluar dari sebuah jalan antara Syam dan Irak. Kemudian dia melakukan perusakan ke tempat-tempat di sekitarnya. Wahai hamba-hamba Allah, teguhlah pada keyakinan agama kalian.” (HR Muslim, Abu Dawud, dan Hakim dari an-Nawwaas bin Sam’aan)

Abu Bakar Ash-Shiddiq juga pernah menyebut terkait kemunculan Dajjal. Ia berkata bahwa Dajjal akan menampakkan diri di Kota Marw, Irak. Beliau berkata,

“Dajjal akan muncul dari Kota Marw, dari kalangan Yahudi kota itu.” Abdullah bin Amru bin Ash lalu bertanya kepada seorang laki-laki yang tinggal di Irak, “Di negeri kalian ada sebuah wilayah yang bernama Kuutsi, yang mempunyai danau asin dan pohon kurma?”

Orang itu menjawab, “Ya, ada.” Abdullah melanjutkan, “Dari sanalah Dajjal akan muncul.” (HR Thabrani)

Mengutip dari Asyrath As-Sa’ah Al’-Alamat Al-Kubra oleh Mahir Ahmad Ash-Shufy terjemahan Badruddin dkk, ada pendapat yang menyebut Dajjal muncul di kalangan Yahudi Ashbahan. Ini turut disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.

“Dajjal muncul di kalangan Yahudi Ashbahan. Dia didukung oleh 70 ribu orang Yahudi.” (HR Muslim)

Wallahu a’lam

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com

Doa Nabi Yunus Selama 40 Malam untuk Hajat Mustajab


Jakarta

Doa Nabi Yunus selama 40 malam dipercaya sebagai salah satu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon agar hajat atau keinginan terkabul. Doa tersebut kerap diamalkan oleh banyak umat Islam dengan harapan mendapatkan jalan keluar dari masalah atau keinginan yang mendesak.

Doa Nabi Yunus ini tercantum dalam Al-Qur’an. Diceritakan dalam Qashash al-Anbiyaa karya Ibnu Katsir yang diterjemahkan Saefullah MS, Nabi Yunus AS memanjatkan doa tersebut saat berada dalam kesulitan. Saat pergi meninggalkan kaum yang mengingkarinya, Nabi Yunus AS menumpangi kapal yang kelebihan muatan dan setelah diundi ternyata dialah yang harus diturunkan dari kapal. Lalu, muncullah ikan besar menelannya, sebagaimana Allah SWT berfirman,

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ ٨٧ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ ٨٨


Artinya: “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” Kami lalu mengabulkan (doa)-nya dan Kami menyelamatkannya dari kedukaan. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang mukmin. (QS Al Anbiya: 87-88)

Nabi Yunus AS senantiasa berdoa selama berada di perut ikan. Ibnu Katsir menjelaskan, para ulama berbeda pendapat terkait berapa lama Nabi Yunus AS berada di perut ikan. Ada yang mengatakan tiga hari, ada yang bilang seminggu, ada juga yang mengatakan 40 hari.

Bacaan Doa Nabi Yunus 40 Malam Arab, Latin dan Arti

لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

Latin: laa ilaha illa anta subhānaka inni kuntu minaz-zālimin

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

Waktu Membaca Doa Nabi Yunus

Meskipun doa Nabi Yunus bisa dibaca kapan saja, ada beberapa waktu istimewa yang diyakini lebih mustajab untuk memanjatkan doa. Dikutip dari buku Agar Doa Dikabulkan Allah karangan Nor Kholish Reefani, berikut adalah penjelasan mengenai waktu terbaik yang mustajab untuk membaca doa Nabi Yunus selama 40 malam.

1. Sepertiga akhir malam

2. Setelah berbuka puasa

3. Setelah salat wajib

4. Pada hari Jumat

5. Ketika sedang perang

6. Bangun tidur saat tengah malam

7. Antara azan dan iqamah

8. Saat sujud dalam salat

9. Saat hujan turun

10. Saat ajal tiba

11. Pada malam Lailatulqadar

12. Saat wukuf di Arafah

Keutamaan Membaca Doa Nabi Yunus Selama 40 Malam

Jika seseorang memiliki hajat atau permohonan yang besar, doa menjadi salah satu sarana penting untuk memohon pertolongan Allah SWT.

Salah satu doa yang banyak dianjurkan adalah doa Nabi Yunus. Membaca doa Nabi Yunus selama 40 malam secara rutin diyakini memiliki banyak keutamaan. Berikut adalah keutamaannya yang dirangkum dari buku Ketika Allah Mengabulkan Doa Mereka tulisan Shalih bin Rasyid al-Huaimil:

1. Permintaan Dikabulkan

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, siapa pun yang membaca doa Nabi Yunus akan dikabulkan permintaannya oleh Allah SWT.

2. Dikeluarkan dari Kondisi Sulit

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda bahwa doa Nabi Yunus AS dapat menjadi pembuka jalan keluar dari segala kesulitan yang dihadapi seseorang.

3. Diberikan Pahala seperti Orang Mati Syahid

Umat Islam yang membaca doa Nabi Yunus ketika sedang sakit dan kemudian meninggal dunia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mati syahid.

4. Diampuni Segala Dosanya

Bagi mereka yang sedang sakit dan membaca doa ini, jika mereka sembuh, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya.

Wallahu a’lam.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Kumpulan Doa Bepergian yang Bisa Diamalkan Muslim


Jakarta

Doa bepergian bisa diamalkan muslim ketika akan melakukan perjalanan. Dalam Islam, muslim diperintahkan untuk berdoa kepada Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Gafir ayat 60,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠

Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”


Menukil dari buku Kedahsyatan Doa Orang-orang Teraniaya yang ditulis Abdul Hamid, waktu dalam perjalanan termasuk momen mustajab berdoa. Ini sesuai dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi,

“Ada tiga doa yang tidak diragukan lagi padanya (untuk dikabulkan): doa seorang musafir, doa orang yang dizalimi, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Doa Bepergian: Arab, Latin dan Artinya

Berikut beberapa doa bepergian yang bisa diamalkan muslim seperti dikutip dari buku Doa & Zikir Mustajab untuk Muslimah susunan H Muhammad Rahmatullah dan buku 101 Pesan Rasulullah untuk Anak Saleh karya Wulan Mulya Pratiwi.

1. Doa Bepergian Versi Pertama

Abdullah bin Sarjis berkata bahwa apabila Rasulullah melakukan perjalanan jauh beliau berdoa,

اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

Arab latin: Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Teman dalam perjalanan, dan Pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, dan kesedihan saat kembali, serta dari kekafiran setelah iman, dan dari doa orang yang dizalimi dari keburukan pemandangan dalam keluarga dan harta.” (HR Tirmidzi)

2. Doa Bepergian Versi Kedua

اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

Arab latin: Allahuma hawwin alaina safarana haadza, wathwi ‘anna bu’dah. Allahuma anta shaahibus safari wal khaliifatu fil maali wal ahli

Artinya: “Ya Allah permudahlah perjalanan kami ini, dan jadikanlah perjalanan yang jauh terasa dekat. Ya Allah Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi harta dan keluarga (yang ditinggal)” (HR Muslim)

3. Doa Bepergian Versi Ketiga

Dari Ali bin Rabi’ah, sahabat Ali bin Abi Thalib membaca basmalah ketika naik kendaraan. Ketika duduk, beliau membaca doa berikut:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Arab latin: Alhamdulillaahilladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun

Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang menundukkan semua ini kepada kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

4. Doa Bepergian Versi Keempat

Dikutip dari buku Bekal Safar tulisan Ustaz Abu Abdil A’la Hari Ahadi ada doa bepergian lainnya yang bisa diamalkan muslim, yaitu:

(3x) الحَمْدُ للِه

Arab latin: Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Arab latin: Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun

Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali.” (QS. Az-Zukhruf: 13-14)

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

Arab latin: Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)”

(aeb/aeb)



Sumber : www.detik.com

11 Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap Latin dan Artinya


Jakarta

Doa selamat dunia akhirat adalah permohonan kepada Allah SWT untuk mendapatkan perlindungan, kebaikan, dan keberkahan, baik di dunia maupun akhirat. Bagi umat Islam, doa ini memiliki arti yang sangat penting, karena selain memohon keselamatan fisik dan rohani, juga mencakup permohonan agar terhindar dari segala keburukan.

Doa selamat sering kali dibacakan setelah salat, atau dalam momen-momen khusus seperti tahlilan maupun doa bersama.

Doa Selamat Dunia Akhirat

Yuk, simak kumpulan doa berikut untuk memperkuat permohonan kita kepada Allah SWT. Jangan lupa untuk mengamalkannya setiap hari, agar selalu mendapatkan perlindungan di setiap langkah.


1. Doa Selamat Dunia Akhirat Pertama

Setelah mengetahui pentingnya memohon keselamatan di dunia dan akhirat, tentu kita ingin lebih memahami keutamaan dari doa selamat dunia akhirat.

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahumma hawwin alaina fi sakaratil maut, wannajatan minannaari, wal afwa indal hisab.

Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan tobat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul maut, dan selamatkanlah kiranya dari siksa neraka dan dapatkan kami ampunan pada hari hisab (perhitungan).”

2. Doa Selamat Dunia Akhirat Kedua

Tidak hanya memohon keselamatan, doa selamat juga menjadi bentuk permohonan agar kita diberikan nikmat yang sempurna, baik di dunia maupun di akhirat. Berikut adalah bacaan doa yang bisa kita amalkan untuk mendapatkan nikmat dan keselamatan di dunia dan akhirat yang dikutip dari buku Al-Ma’tsurat Dan Doa-doa Pilihan yang disusun oleh Tim Kreatif Qultum Media.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّينِ وَعَافِيَةٌ فِي الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِي سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ اذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابِ رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latinnya: Allahumma inni as’aluka salaamata fiddiin wa ‘aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barakatan fir rizqi wa tawbatan qablal maut wa maghfiratan ba’dal maut, Allahumma hawwin ‘alaynaa fii sakaraatil mawt, wannajaata minan naar wal ‘afwa ‘indal hisaab. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idh hadaytanaa wahab lanaa mil ladunka rahmah, innaka antal wahhaab. Rabbanaa aatinaa fid dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan jasmani, tambahan ilmu, keberkahan dalam rezeki, dan taubat sebelum mati, serta ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami menghadapi sakaratul maut, selamatkan kami dari neraka, dan berikan ampunan saat hisab. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberikan petunjuk kepada kami, dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

3. Doa Selamat Dunia Akhirat Ketiga

Selain keselamatan, setiap muslim tentu mendambakan kebaikan dalam hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Mari kita pahami lebih dalam tentang doa selamat serta kebaikan dunia akhirat dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan kebaikan yang sempurna dari-Nya yang dikutip dari sumber sebelumnya.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِيْنِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيْهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيْهَا مَعَادِي وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٌّ

Latinnya: Allahumma ashlih lii diinii alladzi huwa ‘ishmatu amrii, wa ashlih lii dunyaaya allatii fiiha ma’aasyii, wa ashlih lii aakhiratii allatii fiihaa ma’aadii, waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khayr, waj’alil mauta raahatan lii min kulli syarr.

Artinya: “Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusanku, dan perbaikilah duniaku yang di dalamnya kehidupanku berlangsung, serta perbaikilah akhiratku yang di sana tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan sebagai tambahan bagiku dalam segala kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku dari segala keburukan.”

4. Doa Selamat dari Tolak Bala

Selain memohon keselamatan, doa juga menjadi cara kita untuk memohon perlindungan dari segala bentuk bala atau musibah. Doa selamat dari tolak bala menjadi sarana untuk meminta agar Allah SWT menjauhkan kita dari segala marabahaya, bencana, dan kesulitan hidup.

Berikut ini adalah doa selamat dari tolak bala yang bisa kita panjatkan untuk memohon perlindungan dari segala bentuk bala yang dinukil dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan Hamedan.

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةٌ وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Latinnya: Allaahummadfa’ ‘annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina ‘aammatan. Innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Artinya: “Ya Allah, hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

5. Doa Selamat dari Rasa Dengki

Rasa dengki atau iri hati adalah salah satu sifat yang dapat merusak hubungan antarmanusia dan mengganggu kedamaian hati. Untuk menghindari pengaruh buruk dari sifat ini, kita bisa memanjatkan doa selamat dari rasa dengki.

Diambil dari buku Kumpulan Doa Sehari-hari yang diterbitkan Kemenag RI, berikut ini adalah doa selamat dari rasa dengki yang bisa Anda amalkan.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Latinnya: Rabbanaa ighfir lanaa wa li-ikhwaaninaa alladziina sabaquunaa bil-iimaan, wa laa taj’al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu, rabbanaa innaka ra’uufun rahiim.

Artinya: “”Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosadosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

6. Doa Selamat dari Bencana

Doa selamat dari bencana adalah cara kita meminta agar terhindar dari berbagai bentuk bencana, baik yang bersifat alam maupun yang datang dalam bentuk lain. Dengan memanjatkan doa ini, kita berharap agar Allah SWT menjaga kita dan keluarga dari segala mara bahaya dan kesulitan.

Berikut ini adalah Doa selamat dari bencana yang bisa kita amalkan untuk memohon perlindungan dari bencana yang dikutip dari buku Doa Harian Yang Dianjurkan Para Nabi dan Orang Saleh yang diterbitkan oleh Tim Lentera Hati.

مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Latinnya: Mà syaa Allah là quwwata illa billah

Artinya: “Sungguh, atas kehendak Allah. Tidak ada kekuatan kecuali dengan Allah.”

7. Doa Selamat dan Keteguhan Iman

Selain memohon keselamatan, penting bagi kita untuk selalu meminta kepada Allah SWT agar diberikan keteguhan iman. Doa selamat dan keteguhan iman membantu kita untuk tetap teguh dalam keyakinan, terutama saat menghadapi berbagai cobaan dan godaan hidup. Dikutip dari sumber sebelumnya, berikut adalah doa selamat dan keteguhan iman yang bisa kita panjatkan agar selalu diberikan keselamatan serta kekuatan iman yang kokoh.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

Latinnya: Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idh hadaytanaa wahab lanaa mil ladunka rahmah, innaka anta al-wahhaab.

Artinya: “Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi- Mu. Sungguh hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi karunia.”

8. Doa Selamat untuk Orangtua

Sebagai anak, mendoakan orangtua adalah salah satu bentuk bakti yang paling mulia. Doa selamat untuk orangtua tidak hanya memohon keselamatan bagi diri kita sendiri, tetapi juga untuk kedua orangtua yang telah membesarkan dan merawat kita dengan penuh kasih sayang. Berikut adalah doa yang bisa kita panjatkan agar orangtua kita selalu dalam lindungan-Nya yang dikutip dari sumber sebelumnya.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Latinnya: Rabbighfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiira.

Artinya: “Tuhan, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah mereka, karena mereka telah mendidikku sewaktu aku masih kecil.”

9. Doa Selamat Mengawali Perkara

Setiap kali kita memulai sebuah urusan atau menghadapi sesuatu yang penting, sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa agar segala sesuatunya berjalan lancar dan diberi keselamatan. Berikut ini adalah doa selamat mengawali perkara yang bisa dipanjatkan saat hendak mengawali suatu perkara penting berdasarkan buku Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian tulisan Mahmud Asy Syafrowi.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Latinnya: Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

10. Doa Selamat Dari Tipu Daya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi yang penuh dengan tipu daya, baik dari manusia maupun godaan setan. Untuk itu, memohon perlindungan kepada Allah SWT melalui doa selamat dari tipu daya menjadi sangat penting. Berikut adalah doa yang bisa kita amalkan agar terhindar dari tipu daya dan fitnah yang dinukil sumber sebelumnya.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابٍ الْقَبْرِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَالِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِv

Latinnya: Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannama wa min ‘adzaabil qabri wa a’uudzubika min fitnatil masiihid dajaali wa a’uudzubika min fitnatil mahyaa wal mamaati.

Artinya: “Ya Allah, aku mohon perlindungan kepada-Mu dari siksa neraka jahanam, dan dari siksa kubur dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah al-Masih al-Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari cobaan kehidupan dan kematian.”

11. Doa Selamat dari Pembenci

Setiap orang pasti pernah mengalami situasi di mana ia dihadapkan pada orang-orang yang tidak menyukainya atau bahkan membencinya. Doa selamat dari pembenci ini bertujuan untuk memohon perlindungan dari segala niat buruk dan fitnah yang mungkin datang dari mereka. Dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir Sehari-hari yang disusun oleh Redaksi Qultum Media, berikut ini adalah doa-doa yang bisa diamalkan untuk memohon keselamatan dari pembenci.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.

Latinnya: Alloohumma innii a’uudzu bika min jahdil balaa’i wa darkisy syaqooi wa suu’il qodhoon wa syamaatatil a’daa`.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada- Mu dari musibah yang berat, dari kecelakaan yang menimpa, dari ketentuan yang jelek, dan dari kejahatan musuh.”

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com