10 Doa Sehari-hari yang Bisa Diajarkan ke Anak


Jakarta

Allah SWT memerintahkan kepada hambanya supaya senantiasa berdoa kepada-Nya, niscaya doa apapun asalkan tujuannya baik akan dikabulkan oleh Allah SWT. Lalu, dalam ajaran Islam terdapat doa sehari-hari untuk anak-anak, atau diterapkan dalam kehidupan.

Ingatlah jangan ragu-ragu untuk berdoa kepada Allah SWT, Perintah berdoa terdapat dalam surah Gafir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Doa Sehari-hari untuk Anak-anak

Berikut ini doa sehari-hari untuk anak-anak muslim.

1. Doa Tidur

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

Arab latin: “Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut.”

Artinya: Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan aku mati.

2. Doa Bangun Tidur

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Arab-latin: Al Hamdu Lillaahil Ladzii Ahyaanaa Ba’da Maa Αmαα Ταnaa Wa Ilaihin Nusyuur

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati (membangunkan dari tidur) dan hanya kepada-Nya kami dikembalikan

3. Doa Masuk Kamar Mandi

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Arab-latin: Allaahumma innii a’uudzu bika minal khubutsi wal khabaa-its

Artinya: “Ya, Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Doa Keluar Kamar Mandi

غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِّي الْأَذَى وَعَافَانِي

Arab-latin: Ghufraanaka Alhamdulillaahil ladzii adzhaba ‘annil adzaa wa’aafanii

Artinya: “Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoran dariku dan membuatku sehat.”

5. Doa ketika Bercermin

الْحَمْدُ لِلَّهِ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِنْ خُلُقِي

Alhamdu lillaahi kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii

“Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupaku.”

6. Doa Memakai Pakaian

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ

Arab-latin: Alhamdulillaahillazii kasaanii hazaats-tsauba warazaqaniihi min-gairi haulin minnii walaaquwwah.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku.” (H.R. Abu Dawud).

7. Doa Keluar Rumah

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ الا بالله

Arab Latin: “Bismillaahi tawakkaltu ‘alal laahi laa haula walaa quwwata illaa billaah(i)”

Artinya: “Dengan nama Allah aku bertawakal kepada Allah tiada daya untuk memperoleh manfaat dan tiada pula kuasa untuk menolak mudarat melainkan dengan pertolongan Allah”. (HR Abu Daud dan Tirmizi).

8. Doa Masuk Rumah

اللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ المَوْلِجِ وَ خَيْرَ المَخْرَجِ, بِاسْمِ اللّٰهِ وَ لَجْنَا، بِاسْمِ اللّٰهِ خَرَجْنَا، وَ عَلَى اللّٰهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Arab latin: Allahumma innii as-aluka khairal mauliji, bismillahi wa lajnaa, wa bismillahi kharajnaa, wa ‘alallahi rabbanaa tawakkalnaa

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar, dengan menyebut nama-Mu kami masuk, dengan menyebut nama-Mu kami keluar, dan hanya kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal.

9. Doa Hendak Belajar

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

Arab-latin: Robbi zidnii ‘ilmaa, warzuqnii fahmaa, waj’alnii minash-sholihiin

Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkan lah ilmu kepadaku, dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang-orang yang shaleh.”

10. Doa Sesudah Belajar

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اِسْتَوْدِعُكَ مَاعَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَىَّ عِنْدَ حَاجَتِىْ وَلاَ تَنْسَنِيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Arab-latin: Allaahumma innii istaudi’uka maa ‘allamtaniihi fardud-hu ilayya ‘inda haajatii wa laa tansaniihi yaa robbal ‘alamiin

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku menitipkan kepada Engkau ilmu-ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan kembalikanlah kepadaku sewaktu aku butuh kembali. Janganlah Engkau lupakan aku kepada ilmu itu, Wahai Tuhan seru sekalian alam.”

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Pelantikan Pantarlih Pilkada 2024 Versi Panjang dan Pendek


Jakarta

Doa pelantikan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dapat diamalkan muslim Indonesia yang mengikuti seleksi. Membaca doa menjadi salah satu ikhtiar yang dilakukan muslim.

Doa pelantikan Pantarlih Pilkada 2024 termasuk ke dalam salah satu rangkaian acara yang biasanya dibaca di akhir. Menurut Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2022 diterangkan bahwa Pantarlih merupakan salah satu anggota Badan Adhoc Pilkada. Pantarlih bertugas membantu PPS dalam melaksanakan pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu dan Pemilihan.

Pembentukan Pantarlih dilakukan dari hasil penelitian administrasi yang dilakukan PPS. Jadi, pantarlih tidak ditentukan berdasarkan tes tertulis ataupun wawancara.


Berdasarkan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum nomor 638 Tahun 2024, pelantikan Pantarlih dilaksanakan pada 24 Juni 2024. Adapun, masa kerja Pantarlih berkisar 24 Juni – 25 Juli 2024.

Sementara itu, doa pelantikan Pantarlih Pilkada 2024 dapat disesuaikan dengan hajat muslim yang memanjatkannya. Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya kita berdoa kepada Allah SWT dalam segala sesuatu yang kita kerjakan.

Anjuran berdoa tertuang dalam surah Gafir ayat 60,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Bacaan Doa Pelantikan Pantarlih Pilkada 2024

Berikut doa pelantikan Pantarlih Pilkada 2024 yang bisa dipanjatkan kaum muslimin seperti dikutip dari buku Doa-doa dalam Acara Resmi, Keagamaan, dan Kemasyarakatan yang disusun oleh Drs M Ali Chasan Umar.

1. Doa Pelantikan Pantarlih Pilkada 2024 Versi Pertama

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيمٍ سُلْطَانِكَ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنَجِّيْنَا بِهَا جَمِيعَ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جميع السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. اَللَّهُمَّ اَرِنَا الْحَقَّ حَقٌّ وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَارِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلَ وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَاَهْلِ الْخَيْرِ وَاَهْلِ الْعَمَلِ وَأَهْلِ الْإِخْلَاصِ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ وَدُعَاءِ لَا يُسْمَعُ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَفِرِيْنَ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Arab latin: bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alhamdulillaahi rabbil-‘aalamiin. Hamdan yuwaafii ni’amahuu wa yukaafii maziidahu yaa rabbanaa lakal-hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanik, allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammadin shalaatan tunajjiinaa bi- haa jamii’al-ahwaali wal-aafaat, wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaat, wa tuthahhirunaa bihaa min jamii’is-sayyi’aat, wa tarfa’unaa bihaa a’lad- darajaat, wa tuballighunaa bihaa aqshal-ghaayaa- ti min jamiiʻil-khairaati fil-hayaati wa ba’dal-ma- maat, innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir. allaahumma arinal-haqqa haqqa warzuqnat-tibaa’ah, arinal-baathila baathila warzuqnajtinaabah. Allaahummaj’alnaa min ahlil-‘ilmi wa ahlil-khairi wa ahlil-‘amali wa ahlil-ikhlaash. allaahumma innaa na’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’u wa qalbin laa yakhsya’u wa ‘amalin laa yurfa’u wa du’aa’in laa yusma’ rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa, rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alal-ladziina min qablinaa. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih, wa’fu ‘annaa waghfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal-qaumil-kaafiriin. Rabbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanah wa fil- aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban-naar, wal- hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Dengan puji yang menepati dan menambah nikmat-Nya. Ya Tuhan kami bagi-Mulah segala puji, sebagai apa yang layak bagi keagungan Dzat dan kerajaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas Nabi Muhammad, dengan rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala huru-hara dan bencana, rahmat yang dapat mendatangkan segala kebutuhan kami, dapat membersihkan kami dari kejelekan, dapat mengangkat pangkat kami pada derajat tertinggi, dan dapat menyampaikan ke puncak tujuan dari segala kebaikan dalam kehidupan dan sesudah mati, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, perlihatkanlah pada kami kebenaran itu benar dan kami mengikutinya dan perlihatkanlah pada kami bahwa kebatilan itu batil sehingga kami dapat menjauhinya. Ya Allah, jadikanlah kami golongan orang yang ahli ilmu, ahli kebaikan, ahli beramal dan ikhlas. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, amal yang tidak diterima, dan doa yang tidak dikabulkan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

2. Doa Pelantikan Pantarlih Pilkada 2024 Versi Kedua

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ أَخْرِجْنَا مِنْ ظُلُمَاتِ الْوَهُم وَأَكْرِمْنَا بِنُوْرِ الْفَهْمِ وَافْتَحْ عَلَيْنَا بِمَعْرِفَةِ الْعِلْمِ وَسَهِلْ لَنَا أَبْوَابَ فَضْلِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ زِدْنَا عِلْمًا نَافِعًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا وَرِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا مُبَارَكًا بِفَضْلِكَ وَكَرَمِكَ وَرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Arab latin: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa muhammad. Allaahumma akhrijnaa min zhulumaatil-wahmi, wa akrimnaa binuuril-fahmi, waftah ‘alainaa bima’rifatil-‘ilmi wa sahhil lanaa abwaaba fadhlika yaa arhamar-raahimiin. allaahumma zidnaa ilman naafian, wa amalan mutaqabbalan, wa rizqan halaalan thayyiban mubaarakan bifadhlika wa karamika wa rahmatika yaa arhamar-raahimiin, wal-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad. Ya Allah, keluarkanlah kami dari kegelapan perasaan, limpahkanlah kepada kami kemuliaan dengan cahaya kecerdasan, bukakanlah kami untuk memahami ilmu pengetahuan, dan mudahkanlah kami menggapai pintu-pintu karunia-Mu wahai sebaik-baik Penyayang dari para penyayang. Ya Allah, tambahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima dan rezeki yang halal, baik dan berkah dengan karunia-Mu, kemuliaan-Mu dan kasih sayang-Mu wahai Penyayang dari para penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Itulah doa pelantikan Pantarlih Pilkada 2024 yang dapat diamalkan kaum muslimin. Jangan lupa dipanjatkan ya!

(aeb/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa Tobat Nabi Adam Mustajab


Jakarta

Hal yang harus dilakukan umat Islam ketika melakukan kesalahan adalah bertobat kepada Allah SWT. Nabi Adam AS pernah bertobat dengan membaca doa robbana dholamna anfusana. Mustajab!

Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, tidak terkecuali para nabi Allah SWT. Nabi Adam AS sebagai salah satu nabi-Nya dan manusia pertama pernah melakukan kesalahan kepada Allah SWT, yakni melanggar larangan-Nya ketika berada di surga. Nabi Adam AS dan istrinya Siti Hawa pun diturunkan ke bumi.

Bacaan Doa Nabi Adam

Menukil buku Ajalmu Tidak Menunggu Tobatmu karya Saiful Hadi El-Sutha, Nabi Adam AS dan Siti Hawa memanjatkan sebuah doa setelah mereka diusir dari surga karena melanggar larangan Allah SWT. Bahkan, mereka melakukan pelanggaran karena terperdaya oleh Iblis. Doa tobat Nabi Adam AS dan Siti Hawa termaktub pada Al-Qur’an surah Al-A’raf ayat 23.


رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Rabbanâ dhalamnâ anfusana wa il lam taghfir lanâ wa tar-ḫamnâ lanakûnanna minal-khâsirîn.

Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Pada akhirnya, Allah SWT menerima tobat Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah mereka menyadari kesalahannya dan memanjatkan doa tersebut. Maka dari itu, doa ini dapat diteladani umat Islam sebagai doa untuk bertobat atau melakukan kesalahan.

Doa Tobat Para Nabi Lainnya

Tidak hanya Nabi Adam AS, ternyata beberapa nabi lainnya juga mencontohkan doa tobat.

Bacaan Doa Tobat Nabi Yunus

Nabi Yunus AS memanjatkan sebuah doa saat beliau berada di dalam perut ikan raksasa di laut lepas. Nabi Yunus AS ditelan ikan tersebut sebagai bentuk teguran Allah SWT atas sikap Nabi Yunus AS dalam menghadapi kaumnya yang kafir. Setelah menyadari kesalahannya, Nabi Yunus AS pun memanjatkan doa yang termaktub dalam surah Al-Anbiya ayat 87.

لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

Lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn.

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

Bacaan Doa Tobat Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim AS membaca doa yang termaktub dalam surah Ibrahim ayat 41 sebagai bentuk kasih sayang kepada kedua orang tuanya dan seluruh orang beriman. Berikut bacaan doanya.

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَاب

Rabbanaghfir lî wa liwâlidayya wa lil-mu’minîna yauma yaqûmul-ḫisâb.

Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari kiamat).”

Bacaan Doa Tobat Nabi Musa

Doa yang termaktub dalam surah Al-Qasas ayat 16 ini dipanjatkan Nabi Musa AS ketika beliau merasakan penyesalan yang amat mendalam setelah membunuh seseorang karena membela orang yang satu suku dengan dirinya. Berikut bacaan doanya.

رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَغَفَرَ لَهٗ

Rabbi innî dhalamtu nafsî faghfir lî fa ghafara lah.

Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.”

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Dunia Adalah Penjara bagi Orang Beriman, Apa Maksudnya?


Jakarta

Terdapat sebuah hadits yang menyebutkan bahwa dunia adalah penjara bagi orang yang beriman. Lalu, apa maksud dari kalimat tersebut?

Hadits yang dimaksud adalah sabda Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat shahih sebagaimana dikutip dari Sunan at-Tirmidzi Jilid 3 terjemahan Abdul Hayyie al-Kattani, Muhammad Mukhlisin, dan Andri Wijaya yang berbunyi:

عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: (( الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ)). وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو . هَذَا حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ


Artinya: Dari Qutaibah, dari Abdul Aziz bin Muhammad, dari al-Ala bin Abdirrahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR Tirmidzi)

Mengutip buku Ensiklopedia Mizanul Hikmah Kumpulan Hadits Nabi SAW Pilihan karya Muhammad M Reysyahri, terdapat riwayat lain dengan redaksi serupa. Berikut bunyinya,

رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ: الدُّنْيَا لَا تَصِفُو لِمُؤْمِنٍ، كَيفَ وَهِي سجنه و بلاؤه

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, “Dunia itu tidak akan menyenangkan bagi seorang mukmin. Bagaimana mungkin akan menyenangkan baginya, sementara ia adalah penjara dan musibah (bagi)nya?”

Dalam riwayat lain, disebutkan pula bahwa dunia ini merupakan surganya orang-orang kafir. Rasulullah SAW bersabda:

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

Artinya: “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR Muslim)

Dilansir buku Keindahan Surga dan Kengerian Siksa Neraka karya Abu Utsman Kharisman, Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan makna hadits tersebut. Menurutnya, hadits itu menunjukkan setiap orang beriman ‘terpenjara’ dalam artian terlarang dari berbagai syahwat yang haram dan dibenci Allah SWT selama di dunia.

Orang yang beriman juga dituntut untuk berbuat ketaatan yang memberatkan bagi hawa nafsu. Bila orang beriman ini meninggal, ia baru akan beristirahat. Tidak ada tuntutan lagi untuknya. Sebaliknya, Allah SWT menyiapkan kenikmatan yang terus menerus dan tempat peristirahatan yang sempurna tanpa celah.

Di sisi lain, bagi orang kafir, mereka hanya mendapatkan nikmat dunia. Imam Nawawi menyebut padahal kenikmatan dunia sangat sedikit dan keruh dengan berbagai kesusahan.

“Jika orang kafir itu meninggal, ia berpindah menuju azab yang terus menerus dan penderitaan yang abadi.” demikian penjelasannya.

Lebih lanjut, Abu Fajar Al Qalami dalam buku Ajaran Makrifat Syekh Siti Jenar menambahkan dunia bak penjara bagi orang beriman dibandingkan dengan kenikmatan surga yang disediakan kelak ketika seseorang memasuki ‘kehidupan hakiki’.

Demikian pula sebaliknya, alam kematian di dunia ini merupakan surga bagi orang kafir dibandingkan dengan siksaan neraka yang kelak dihadapi dalam ‘kehidupan baru’. Kondisi orang-orang kafir di akhirat telah digambarkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Muhammad ayat 12 yang berbunyi:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

Artinya: “Adapun orang-orang yang kufur bersenang-senang dan makan-makan (di dunia) seperti halnya hewan-hewan. Nerakalah tempat tinggal bagi mereka.”

Orang Beriman Harus Tetap Menikmati Kehidupan

Kendati demikian, Haidar Bagir dalam buku Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan berpendapat bahwa ada persepsi yang keliru di antara masyarakat muslim terhadap hadits, “Dunia merupakan penjara bagi orang mukmin.”

Persepsi yang dimaksud apabila muslim ingin bahagia di akhirat, maka harus hidup sengsara di dunia ini. Keyakinan ini tentu saja keliru. Tidak heran bila ada sekelompok orang yang beranggapan bahwa orang yang imannya kuat haruslah berpenampilan muram atau melankolis.

Lebih lanjut, Haidar Bagir mencontohkan pula bagaimana seharusnya orang mukmin harus menjalani hidupnya di dunia ini dengan sukacita. Seperti kisah hidup Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib, cucu Nabi SAW, yang dikenal memiliki penampilan yang rapi dan bersih, menawan dan elegan.

Singkatnya, karena penampilan beliau yang menarik, beliau menjadi sumber fitnah bagi orang-orang yang membencinya. Pernah suatu ketika seorang kafir yang membenci Hasan bin ‘Ali mencegatnya dan berkata, “Kakekmu (Nabi Muhammad) telah mengatakan, bahwa dunia ini adalah penjara bagi orang beriman. Namun Anda tinggal di dalamnya dengan penuh sukacita.”

Kemudian, Hasan bin ‘Ali menjawab, “Hidupku, meski enak dan menyenangkan di dunia ini, bila dibandingkan dengan sukacita dan kebahagiaan yang akan kudapatkan di akhirat kelak, adalah ibarat neraka. Bayangkan betapa kesenangan yang akan kudapatkan bila aku masuk ke dalam surga Allah SWT? Sedangkan hidupmu, di dunia ini saja sudah sulit, sedang di akhirat nanti akan lebih sulit lagi!”

Kisah Terkait Hadits Dunia Adalah Penjara

Ada sebuah kisah serupa yang masih berkaitan dengan hadits mengenai dunia merupakan penjara bagi orang beriman, merangkum buku Tafsir Ayat-Ayat Ya Ayyuhal-Ladzina Amanu oleh Syaikh Muhammad Abdul Athi Buhairi terjemahan Abdurrahman Kasdi dan Umma Farida serta buku Al-Anfal: Syarah Ijmal 300 Hadits Viral Mudah Dihafal karya H. Brilly El-Rasheed, berikut kisah menakjubkan Ibnu Hajar Al-Asqalani dengan seorang Yahudi.

Dikisahkan pada suatu hari, Ibnu Hajar Al-Asqalani pernah melewati sebuah pasar yang penuh keramaian, ia datang dengan pakaian yang begitu menawan (pakaian mewah). Kemudian orang Yahudi menyergapnya. Orang Yahudi tersebut merupakan penjual minyak panas, tak heran pakaiannya penuh dengan kotoran minyak.

Tampilan Yahudi tersebut usang dan penuh keprihatinan. Sambil memberhentikan laju kuda Ibnu Hajar, Yahudi tersebut berkata pada Ibnu Hajar, “Wahai Syaikhul Islam (Ibnu Hajar), engkau menyatakan bahwa Nabi kalian (Nabi umat Islam) bersabda, “Ad-dunya sijnul mukmin, wa jannatul kafır (dunia itu penjara bagi orang beriman dan Surga bagi orang orang kafir).” Bagaimana keadaanmu saat ini bisa disebut penjara, lalu keadaanku di dunia seperti ini disebut surga?”

Ibnu Hajar lalu menjawab, “Engkau dengan kesialan dan kenestapaanmu dianggap berada di surga, karena siksa yang jauh lebih pedih yang menantimu di akhirat, jika engkau mati dalam kondisi kafir.

Sedangkan aku dengan segala perlengkapan yang kumiliki yang merupakan kenikmatan duniawi dianggap sebagai penjara dibandingkan dengan kenikmatan yang menantiku di surga, jika Allah SWT memasukkanku ke dalam surga.”

Yahudi itu kembali bertanya, “Apakah benar demikian?”

Ibnu Hajar menjawab, “Ya.”

Lalu, Yahudi itu berkata, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Wallahu a’lam.

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa Haji Mabrur Sesuai Sunnah Arab, Latin dan Artinya


Jakarta

Doa haji mabrur adalah perwujudan harapan jemaah haji setelah merampungkan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Bacaan doanya dapat merujuk dalam salah satu riwayat hadits.

Haji termasuk dalam amalan rukun Islam kelima. Hukum menunaikan ibadah haji wajib bagi yang mampu sebagaimana termaktub dalam surah Ali Imran ayat 97,

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ


Artinya: “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Hal ini juga didukung dalam riwayat hadits yang menyebut kewajiban haji sekali seumur hidup bagi yang mampu. Berikut bunyi haditsnya,

خَطَبَنَا رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ: – ” إِنَّ اَللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ اَلْحَجَّ ” فَقَامَ اَلْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ فَقَالَ: أَفِي كَلِّ عَامٍ يَا رَسُولَ اَللَّهِ? قَالَ: ” لَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ, اَلْحَجُّ مَرَّةٌ, فَمَا زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ ” – رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, غَيْرَ اَلتِّرْمِذِيِّ

Artinya: “Rasulullah SAW pernah berkhutbah di hadapan kami dan berkata, ‘Allah telah mewajibkan haji pada kalian.’ Lantas Al Aqro’ bin Habis, ia berkata, ‘Apakah haji tersebut wajib setiap tahun?’ Beliau berkata, ‘Seandainya iya, maka akan kukatakan wajib (setiap tahun). Namun haji cuma wajib sekali. Siapa yang lebih dari sekali, maka itu hanyalah haji yang sunnah’.”

Apa Itu Haji Mabrur?

Dilansir buku Tuntunan Super Lengkap Haji & Umrah karya Sholihin As Suhaili, asal kata mabrur adalah barra yang diartikan mendapat kebaikan atau menjadi baik. Sementara itu, menurut Ibnu Mandzur dalam Lisananul Arab, mabrur mengandung dua makna baik, suci, dan bersih atau dapat merujuk juga pada maqbul atau mendapat rida Allah SWT.

Dengan kata lain, haji mabrur adalah amalan haji yang dikerjakan seorang muslim dengan membawa pulang dampak baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Hal ini menjadi bukti bahwa hajinya telah diterima dan mendapat rida di sisi Allah SWT.

Kemabruran ini juga dapat diraih dengan mengamalkan seluruh syarat dalam ibadah dengan sempurna dan menjauhi segala yang dilarang Allah SWT.

Doa Haji Mabrur Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Tidak ada salahnya bagi jemaah haji untuk memohon kepada Allah SWT agar meraih kemabruran haji. Dinukil dari buku Untaian Mutiara Doa karya Ali Manshur, berikut bacaan doa haji mabrur.

اللهُمَّ اجْعَلْهَا حَاجًا مَبْرُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

Allaahummaj-‘alhaa hajjan mabruuran wa dzanban maghfuuraan.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah) sebagai ibadah haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.”

Bacaan doa agar menjadi haji mabrur ini bersumber dari riwayat hadits Jarir, dari Laits, dari Muhammad bin Abdurrahman bin Yazid, dari ayahnya. Ia menceritakan saat dirinya bersama Abdullah lalu berhenti di Jumrah Aqabah, Abdullah pun meminta beberapa batu kepadanya hingga ia memberinya tujuh batu.

Lalu, Abdullah kembali meminta lagi padanya untuk diambilkan tali kekang unta.

Setelah itu, Abdullah kembali ke Jumrah Aqabah dan melemparnya dari perut lembah dengan tujuh batu kerikil sembari dia menunggangi untanya sambil bertakbir setiap kali melempar satu kerikil. Abdullah mengucapkan, ‘Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah) sebagai ibadah haji yang mabrur dan dosa yang diampuni (doa haji mabrur).’ (HR Ahmad)

Tanda Haji Mabrur

Pada dasarnya, predikat haji mabrur adalah hak prerogatif dari Allah SWT. Namun, orang yang meraih haji mabrur dapat terlihat dari perubahan sikapnya.

Dilansir buku Fikih Kontemporer Haji dan Umrah karya Ahmad Kartono, perubahan sikap jemaah haji mabrur terlihat dari perubahan sikapnya yang lebih baik setiba jemaah tersebut sampai di rumah dibandingkan sebelum berangkat haji. Hal ini dituturkan oleh para ulama, salah satunya dalam kitab al-Qira Liqasidi Ummil Qira.

Tanda kemabruran haji seseorang juga dapat dilihat dari kepedulian sosial dan sifat kedermawanannya. Hal ini didasarkan dari salah satu riwayat Rasulullah SAW,

“Tidak ada balasan bagi haji yang mabrur selain surga.” Para sahabat bertanya, “Apa haji mabrur itu, wahai Rasulullah?”

Beliau pun menjawab, “Memberikan makan (sikap kedermawanan) dan menyebarkan kesejahteraan (kedamaian).” Adapun dalam riwayat lain, “Baik tutur katanya.”

Syarif Hidayatullah dalam buku 65 Kultum Kamtibmas menyimpulkan setidaknya ada tiga ciri dari muslim yang tergolong haji mabrur, yaitu:

  • Santun dalam berkata atau thayyibul kalam
  • Menebarkan kedamaian atau ifsya’us salam
  • Memiliki kepedulian sosial yaitu mengenyangkan orang lapar atau ith’amut tha’am

Keutamaan Haji Mabrur

Haji mabrur disebut sebagai salah satu amalan yang utama. Dikutip dari Fiqih Sunnah oleh Sayyid Sabiq terjemahan Abu Aulia dan Abu Syauqina, sebuah hadits dari Abu Hurairah RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW menjelaskan sebagai berikut.

Rasulullah SAW pernah ditanya, “Amal apa yang paling utama, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Yaitu beriman kepada Allah dan rasul-Nya.”

Beliau ditanya lagi, “Setelah itu apa?” Rasulullah SAW menjawab, “Berjihad di jalan Allah haji mabrur.” (HR Bukhari)

Ustaz A. Solihin As Suhaili dalam buku Tuntunan Super Lengkap Haji & Umrah menyebutkan dalam sebuah hadits, bagi mereka yang mendapat gelar haji mabrur maka mendapat ganjaran berupa surga. Hal ini dijelaskan dalam salah satu sabda Rasulullah SAW,

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya: “Tidak ada balasan (yang layak) bagi jamaah haji mabrur selain surga.” (HR Bukhari)

(rah/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Naik Pesawat dan Adab Jemaah Haji Saat Pulang ke Indonesia


Jakarta

Hari ini 21 Juni para jemaah haji gelombang pertama mulai kembali ke Tanah Air menggunakan pesawat terbang. Agar aman alangkah baiknya sebelum memulai penerbangan jemaah haji membaca doa naik pesawat.

Dari Tanah Suci ke Indonesia memerlukan perjalanan yang panjang hingga menghabiskan waktu berjam-jam, maka para jemaah termasuk musafir, sesuai hadits Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan untuk senantiasa berdoa:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ


Artinya: Ada tiga doa yang mustajab (dikabulkan), tak ada keraguan padanya; doa orang dizalimi, doa musafir, dan doa seorang bapak untuk anaknya (HR Abu Daud).

Doa Naik Pesawat

بسم اللهِ مَجْرِيهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Arab-latin: Bismillâhi majrîhâ wa mursâhâ inna rabbî laghafûrun rahîmun.

Artinya: “Dengan nama Allah, perjalanan laut dan darat. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

Selanjutnya, ketika kendaraan/pesawat mulai bergerak jemaah dianjurkan untuk membaca doa di bawah ini.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . اللَّهُ أَكْبَرُ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ . وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ . اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى .اللَّهُمَّ هَوِنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ . اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالخَلِيْفَةُ فِي الْأَهْلِ . اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْتَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ وَالْوَلَدِ

Bismillahir-rahmanir-rahim. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Subhanal-lazi sakhkhara lana haza wa ma kunna lahu muqrinin. Wa inna ila rabbina lamunqalibun. Allahmumma inna nas’aluka fi safarina hazal-birra wat-taqwa wa minal-‘amali ma tarda. Allahumma hawwin ‘alaina safarana haza wa atwi ‘anna bu’dah. Allahuma antas-sahibu fis-safari wal-khalifatu fil-ahli. Allahumma inni a’uzu bika min wa’sa’is-safari wa ka’abatil-manzari wa su’il munqalabi fil-mali wal-ahli wal-walad.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah Maha Besar. Allah Maha Besar. Allah Maha Besar. Maha Suci Allah yang telah menggerakkan untuk kami kendaraan ini padahal kami tiada kuasa menggerakkannya. Dan Sesungguhnya kepada Tuhan, kami pasti akan kembali. Ya Allah kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan dan taqwa serta amal perbuatan yang Kau ridai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkan jauhnya. Ya Allah, Engkau adalah yang menyertai dalam bepergian dan pelindung terhadap keluarga yang ditinggalkan. Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari kesukaran dalam bepergian, penampilan yang buruk, kepulangan yang menyusahkan dalam hubungan dengan harta benda, keluarga, dan anak.

Adab Sepulang dari Berhaji

Dikutip dalam buku Kewajiban dan Adab Musafir yang ditulis oleh Abdul Aziz Salim adalah sebagai berikut:

1. Mengucapkan takbir tiga kali
2. Jangan mengejutkan keluarga dengan pulang mendadak
Sahabat Jabir ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila kamu pulang dari perjalanan, janganlah kamu mendatangi keluargamu pada tengah malam tetapi hendaklah engkau menanti sampai istrimu sempat berbenah diri, mandi dan menyisir rambutnya dan hendaklah kamu menyetubuhinya.” (HR. yang kelima kecuali Annasai).
3. Salat dua rakaat
“Rasulullah SAW bila tiba dari bepergian beliau masuk ke masjid, salat dua rakaat dan langsung pulang ke rumah”. (HR. Abu Daud).
4. Menyambut kedatangan musafir
Menjadi adat yang baik ketika dengan ramah menyambut musafir. Mengenai ucapannya bisa berupa perkataan apa saja asalkan baik. Misalnya “Alhamdulillah Anda telah selamat dan sehat walafiat” atau “Alhamdulillah, dia masih berkenaan mengumpulkan kita kembali”.

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Orang Pulang Haji Mustajab Sesuai Sunnah


Jakarta

Sebagian jemaah haji Indonesia kini sudah tiba di Tanah Air. Muslim yang menyambut kepulangan jemaah haji dapat mendoakannya pula. Berikut bacaan doa orang pulang haji yang dapat diamalkan.

Menyambut orang yang pulang haji memang sudah menjadi tradisi di Indonesia. Bahkan, kegiatan menyambut jemaah yang pulang haji sudah dilakukan pada zaman Rasulullah SAW.

Mengutip buku Ringkasan Shahih Bukhari 1 karya Muhammad Nasir al-Din Albani terjemahan As’ad Yasin dan Elly Latifa, terdapat sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA yang menceritakan Nabi SAW yang disambut ketika pulang haji.


عن ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مكة ، اسْتَقْبَلَتْهُ أَغَيْلِمَةُ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ ، فَحَمَلَ وَاحِدًا بَيْنَ يَدَيْهِ وَآخَرَ خَلْفَهُ . ( وَمِنْ طريق أَيوب قَالَ : ذُكرَ الأَشَرُّ الثلاثةِ عِنْدَ عكرمة ، فَقَالَ : قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ : أَتَى رَسُولُ اللهِ وَقَدْ
حَمَلَ خَتَمَ بَيْنَ يَدَيْهِ ،وَالْفَضْلَ خَلْفَهُ ، أَوْ قُتَمَ خَلْفَهُ ، وَالْفَضْلَ بَيْنَ يديه ، فَأَيُّهُمْ شَرٌّ ؟ أَوْ أَيُّهُمْ شَرٌّ

Artinya: Ibnu Abbas RA berkata, “Ketika Nabi (SAW) tiba di Makkah, beliau disambut oleh anak-anak kecil dari Bani Abdul Muthalib. Lalu, beliau membawa seorang di muka beliau dan yang lain di belakang beliau.” (Dan dari jalan Ayyub, dia berkata, “Disebutkan tiga anak yang nakal di sisi Ikrimah, lalu ia berkata, ‘Ibnu Abbas berkata, ‘Rasulullah datang sambil membawa Qutsam di depan beliau dan Fadhl di belakang beliau, atau Qutsam di belakang beliau dan Fadhl di depan beliau. Maka, manakah di antara mereka yang nakal? Atau, manakah di antara mereka yang baik?'”

Bacaan Doa Orang Pulang Haji Mustajab

Diambil dari buku Doa-doa Mustajabah karya Abu Qalbina, berikut bacaan doa doa orang pulang haji:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلحَاجِّ وَلَمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الْحَاجَ

Allâhumaghfir lil-hâjji wa limanistaghfara lahul-hâjju

Artinya: “Ya Allah, ampunilah orang yang telah menunaikan haji, dan kabulkan seluruh ampunan yang telah disampaikan oleh orang yang telah menunaikan haji.”

Selain doa di atas, ada pula doa orang pulang haji lainnya yang bisa diamalkan muslim. Mengutip buku Kumpulan Doa Makbul Berdoa Sesuai dengan Al-Qur’an & As Sunnah karya Neni Nuraeni, berikut bacaanya.

قَبلَ اللهُ حَجَّكَ وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَاخْلَفَ نَفَقَتَكَ

Qabilallahu hajjaka wa ghafara dzanbaka wa akhlafa nafaqataka

Artinya: “Mudah-mudahan Allah menerima hajimu, mengampuni dosamu, dan mengganti biaya (hajj)mu.” (HR Ibnu Sunni)

Makna Doa Pulang Haji

Menurut Mahmud Asy Syafrowi dalam buku Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian, doa orang pulang haji ini punya makna bahwa kita memohon kepada Allah SWT agar mengampuni orang yang baru saja melaksanakan haji itu, yakni berupa ampunan yang menjadikan hajinya sebagai haji yang mabrur dan semoga Allah SWT juga mengampuni orang yang dimintakan ampunan oleh orang yang haji tersebut.

Doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW tersebut juga memberi pesan kepada muslim agar meminta istighfar kepada orang yang haji supaya termasuk dalam bagian doa tersebut. Makna dari kalimat “…Wa liman istaghfara lahul hajj (dan kepada orang yang dimintakan ampunan oleh orang yang haji)” menunjukkan bahwa pesan ini berlaku sepanjang waktu.

Namun, dalam Ihya ‘Ulumaddin, Imam Ghazali menyebutkan riwayat dari sahabat Umar RA bahwa orang yang haji akan diampuni, begitu pula dengan orang yang dimintakan ampunan oleh orang yang haji pada bulan Dzulhijjah, Muharram, Safar, dan hingga tanggal dua puluh dari bulan Rabiul Awal. Jadi, kesunnahan untuk meminta doa dari orang yang haji berakhir pada tanggal dua puluh Rabiul Awal.

Ibnu Rajab menambahkan jemaah yang pulang ke kampung halamannya setelah tanggal tersebut, maka anjuran itu berlaku sampai ia tiba di kampung halamannya.

Hal ini menjadi sunnah yang diikuti oleh ulama salaf yang senang mengiringi orang-orang yang akan berangkat perang dan menyambut orang yang baru pulang haji hingga meminta doa dari mereka sebelum mereka terkotori oleh dosa-dosa.

Tanda-tanda Haji Mabrur

Mendoakan orang pulang haji dapat menjadi media untuk mendoakan jemaah tersebut memperoleh kemabruran dalam ibadahnya, Dilansir buku Tuntunan Super Lengkap Haji & Umrah karya Sholihin As Suhaili, pada dasarnya haji mabrur adalah haji yang membawa kebaikan pada jemaah dan sekitarnya karena amalannya di Tanah Suci diterima Allah SWT.

Kemabruran ini juga dapat diraih dengan mengamalkan seluruh syarat dalam ibadah dengan sempurna dan menjauhi segala yang dilarang Allah SWT. Selain itu, bisa didoakan untuk mereka yang baru pulang haji.

Meski tidak ada yang tahu apakah kemabruran tersebut berhasil diraih seorang jemaah atau tidak. Namun, ada sejumlah tanda yang terlihat, salah satunya, dilansir dari buku Fikih Kontemporer Haji dan Umrah karya Ahmad Kartono, perubahan sikap yang lebih baik setiba jemaah tersebut sampai di rumah dibandingkan sebelum berangkat haji.

Wallahu a’lam.

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa Setelah Sholat Fardhu Singkat dan Lengkap beserta Latin dan Terjemah


Jakarta

Setelah menunaikan sholat fardu, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir. Sholat fardu tak hanya menjadi sarana untuk memenuhi kewajiban, tapi juga menjadi waktu yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam suasana khusyu setelah sholat, melantunkan doa dapat dilakukan untuk memohon ampunan, keberkahan dan petunjuk untuk menjalani kehidupan. Berikut beberapa doa setelah sholat fardhu singkat dan lengkap yang dapat dibacakan.

Doa Setelah Sholat Fardhu Singkat

Banyak doa setelah sholat fardhu singkat yang berasal dari ayat-ayat dalam Al-Qur’an. Dikutip dari buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar karya Neni Nuraeni, berikut bacaan doa dengan makna yang dalam


1. Surah Ibrahim Ayat 41

رَبَّنَا اغْفِرْ لي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابِ

Arab latin: Rabbanâghfir li wa liwâlidayya wa lilmu-minîna yauma yaqûmul hisâb

Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang orang mukmin pada hari terjadinya hisâb(perhitungan amal di hari kiamat).”

2. Surah Ali Imran Ayat 193

رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ …

Arab latin: … Rabbana faghfir lanâ dzunûbana wa kaffir ‘annå sayyiâtinȧ wa tawaffanâ ma’al abrâr

Artinya: “…Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuslah segala kesalahan kami, dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik.”

3. Surah Al Furqon Ayat 65-66

(65) رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا …
(66) إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرَا وَمُقَامًا

Arab latin: … Rabbanashrif ‘annâ ‘adzâba jahannama inna ‘adzâbaha kâna gharâman innahâ sâat mustaqarran wamuqâman

Artinya: “… Ya Tuhan kami, jauhkanlah siksa neraka jahannam dari kami, sesungguhnya siksaannya itu kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk menetap dan tempat kediaman.”

4. Surah Al Furqan Ayat 74

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِيتَنَا قُرَة أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إمَامًا …

Arab latin: … Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a’yunin waj’alnâ lilmuttaqîna imâman

Artinya: “… Ya Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami yang menyenangkan kami, dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

5. Surah Al Ahqaf Ayat 15

رب أوزعني أن أشكر نعمتك التي العَمْتَ عَلى وَعَلى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَانّي مِنَ المُسْلِمِينَ …

Arab latin: ,,, Rabbi auzi’ni an asykura ni’matakal lati an’amta ‘alayya wa’ala wâlidayya wa an a’mala shâlihan tardhâhu wa ashlih li fi dzurriyyatî inni tubtu ilaika wainni minal muslimin.

Artinya: “… Ya Tuhanku berilah aku petunjuk supaya tetap mensyukuri nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu-bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap

Doa lengkap ini terdapat permohonan keselamatan, kesehatan, rahmat, rezeki, hingga dijauhkan dari kemalasan dan kekikiran. Biasanya doa-doa ini dbacakan setelah melantunkan dzikir. Menukil buku Panduan Sholat untuk Perempuan karya Nurul Nazimah, berikut bacaannya:

1. Pujian Sebelum Doa Usai Sholat Fardhu

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ حَمْدًا شَاكِرِينَ حَمْدًا نَاعِمِين حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لجلال وجْهَكَ وَعَظِيمٍ سُلْطَانِكَ.

Arab latin: Alhamdulillahi rabbil ‘alamiina hamdan syaakiriina hamdan na’imiin hamdan yuwaafi ni’amahu wa yukaafi’u mazidahu, yaa rabbanaa lakal hamdu kama yanbaghii li jalali wajhika wa ‘adziimi sulthaanika

Artinya: “Maha Terpuji Allah, Tuhan semesta alam, pujian syukur, pujian berkah, pujian yang akan mencukupi nikmat-Nya dan memberikan tambahan. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian atas keagungan dan kebesaran kekuasaan-Mu.”

2. Sholawat Sebelum Doa Usai Sholat Fardhu

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْأَوَّلِينَ. وَصَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْآخِرِيْنَ. وَصَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي المَلاء الأعلى إلى يَوْمِ الدِّين. وَصَل وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَتَّى تَرِثَ الْأَرْضِ وَمَنْ عَلَيْهَا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِين

Arab latin: Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidaa Muhammadin fil awwaalin. Wa shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin fil akhiriin. Wa shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin fil mala’il a’laa ila yawmid-diin. Wa shalli wa sallim ‘ala sayyidinaa Muhammadin hattaa taritsal ardha wa man ‘alayha wa anta khayrul waaritsin

Artinya: “Ya Allah, sholawat dan salam kita aturkan kepada baginda Muhammad pada permulaan, sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Muhammad di akhir, sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Muhammad di tempat tertinggi hingga hari akhir, sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Muhammad hingga bumi ini mewarisi dan siapa yang hidup di atasnya, dan engkau adalah sebaik-baiknya orang yang mewarisi.”

Doa Setelah Sholat Fardhu Berisi Permohonan

Setelah membacakan pujian dan sholawat, urutan doa setelah sholat fardhu berikutnya adalah permohonan dari seorang muslim. Berikut urutannya:

Doa 1

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Arab latin: Allaahumma innii as’alu salaamatan fid-diin wa ‘aafiyatan fil jasadi wa ziyaatan fil ‘ilmi wa barakatan fir-rizqi wa tawbatan qablal-mawti wa rahmatan ‘indal-mawti wa maghfiratan ba’dal-mawti allaahuma hawwin ‘alayna fi sakaratil-mawti wan-najaata minan-nari wal’afwu ‘indal-hisab

Artinya: “Ya Tuhan, aku mohon kepada-Mu keselamatan agama, kesehatan jasad, ilmu yang bertambah, rezeki yang berkah, tobat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati, permudahlah sakaratul maut bagiku, selamat dari api neraka dan ampunan saat dihisab oleh-Mu pada hari kiamat nanti.”

Doa 2

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُودُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالهَرَمِ وَأَعُودُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُودُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Arab latin: Allaahumma innii a’uudzubika minal ‘ajzi, walkasal, waljaban, walbukhli, walharam. Wa a’uudzubika min ‘adzaabil qabri. Wa a’uudzubika min fitnatil mahya wal-mamaati.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, ketakutan, kikir, ketuaan, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian.”

Doa 3

اللَّهُمَّ يَا مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

Arab latin: Allaahumma yaa musharrifal-quluubi sharrif quluubanaa ‘alaa tha’aatika

Artinya: “Ya Allah, yang dapat mengubah hati manusia, ubahlah hati kami untuk menaati-Mu.”

Doa 4

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتَّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Arab latin: Allaahumma innii as’alukal hudaa wal tuqaa wal ‘afaafa wal ghina

Artinya: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu petunjuk, takwa, kesabaran dan kekayaan.”

Doa 5

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Arab latin: Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyaatinaa qurrata a’yunin waj’alna lil muttaqiina imaaman.

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahilah kepada kami, keluarga, dan keturunan kami kebahagiaan, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Doa 6

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لنكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Arab latin: Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa wa in lam taghfir lanaa wa tarhamnaa la nakuunanna minal khaasiriina.

Artinya: “Ya Tuhan, kami telah berbuat zalim kepada diri kami, jika Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami, maka kami akan menjadi orang-orang yang merugi.”

Doa 7

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

Arab latin: Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaytanaa wa hab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab.

Artinya: “Ya Tuhan, janganlah guncang hati kami setelah mendapatkan hidayah-Mu, dan anugerahilah rahmat, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”

Doa 8

رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ إنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Arab latin: Rabbanaa innaka jaami’un-naasi liyawmin laa rayba fihi innallaaha laa yukhliful mii’aada.

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau adalah penghimpun manusia di hari yang tidak ada keraguan di dalamnya. Sesungguhnya Engkau tidak pernah mengingkari janji.”

Doa 9

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِدْنا إن نسينا أو أخطأنا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا
رَبِّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لا طاقة لنا بهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلانَا فَانصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الْكَافِرِينَ

Arab latin: Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha’naa, rabbanaa wa laa tahmil ‘alayna ishran kamaa hamaltahu ‘alal-ladzina min qablinaa rabbanaa wa laa tuhammilna maa laa thaaqata lana bihi wa’fu ‘anna waghfir lanaa warhamna anta mawlaanaa fanshurnaa ‘alaal qawmil kaafiriin.

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Doa 10

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab latin: Rabbanaa aatinaa fid-dunya hasanatan wa fil akhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban-naari.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat, dan selamatkan kami dari siksa neraka.”

Doa 11

سبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلى المُرْسَلِينَ، وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الْفَاتِحَة

Arab latin: Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuuna, wa salaamun ‘alaal mursalina, wal-hamdu lillaahi rabbil ‘alamin. Al Fatihah

Artinya: “Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahamulia atas seluruh yang dilakukan hamba, dan salam damai bagi para utusan-Nya, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Al-Fatihah.”

Itulah bacaan doa setelah sholat fardhu yang singkat dan lengkap. Yuk amalkan doa-doa ini selesai sholat.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Benarkah Kiamat Terjadi pada Hari Jumat? Ini Haditsnya


Jakarta

Waktu persis terjadinya hari kiamat hanya Allah SWT yang tahu. Meski demikian, Rasulullah SAW dalam sebuah hadits mengabarkan salah satu tanda kedatangannya yang akan terjadi pada hari Jumat.

Mengutip buku Kiamat karya Mahir Ahmad Ash-Syufiy, dijelaskan Allah sengaja merahasiakan waktu terjadinya hari kiamat agar dengan demikian manusia selalu berhati-hati dan waspada serta siap untuk menghadapinya. Hal ini dijelaskan dalam surah Thaha ayat 15 yang berbunyi,

اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى


Artinya: Sesungguhnya hari kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.

Meski tidak diketahui waktunya, tidak menutup kemungkinan bahwa kiamat bisa saja telah semakin dekat, seperti yang diterangkan dalam surah Al Ahzab ayat 63 yang berbunyi,

يَسْـَٔلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُوْنُ قَرِيْبًا

Artinya: Orang-orang bertanya kepadamu (Nabi Muhammad SAW) tentang hari kiamat. Katakanlah bahwa pengetahuan tentang hal itu hanya ada di sisi Allah.” Tahukah engkau, boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat.

Kiamat Terjadi pada Hari Jumat dalam Hadits

Hari kiamat merupakan hari ketika dunia dan alam semesta hancur dan berakhir. Dijelaskan dalam buku Mengungkap Berita Besar dalam Kitab Suci oleh Abd al-Wahhab Abd al-Salam Tawilah, pada hari itu, seluruh makhluk ciptaan Allah SWT akan musnah, kecuali ada sebagian dari mereka yang dikehendaki oleh-Nya.

Merujuk kembali buku Kiamat oleh Mahir Ahmad As-Shufiy, Nabi SAW dalam beberapa hadits menegaskan bahwa kiamat terjadi pada hari Jumat. Hal ini dapat menjadi petunjuk waktu terjadinya kiamat akan tetapi untuk waktu pastinya masih menjadi rahasia ilahi.

Sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Hari terbaik adalah hari Jumat karena pada hari tersebut Adam diciptakan, dimasukkan dan dikeluarkan dari surga, dan kiamat hanya terjadi pada hari Jumat.” (HR Muslim)

Dalam riwayat lainnya,dari Aus bin Aus, Rasulullah SAW bersabda, “Hari yang paling utama adalah hari Jumat. Pada hari tersebut Adam diciptakan, dicabut nyawanya, ditiup sangkakala, dan terjadi kiamat. Maka, banyaklah bersholawat kepadaku karena sholawat kalian disampaikan kepadaku.” (HR Abu Dawud, an-Nasa’i, & Ibnu Majah)

Tanda-tanda Hari Kiamat

Walaupun Nabi SAW menyatakan bahwa hari akhir datang pada hari Jum’at, beliau juga tegaskan bila kiamat tidak akan terjadi, kecuali setelah sejumlah tanda-tanda terbukti adanya.

Salah satunya hadits yang menjelaskan tanda-tanda kiamat bersumber dari riwayat dari Auf bin Malik. Rasulullah SAW bersabda,

“Ingatlah enam tanda-tanda kiamat, kematianku (Nabi SAW), penaklukan Baitul Maqdis, kematian secara serentak seperti wabah (yang menyerang) domba, harta melimpah sehingga seseorang merasa tidak puas jika hanya diberi 100 dinar, datangnya malapetaka yang menimpa seluruh manusia, dan perjanjian damai antara kalian dengan Bani Ashfar, lalu mereka mengkhianati perjanjian ini sehingga mereka menyerang kalian dengan membawa 80 bendera, setiap bendera berjumlah 12.000 pasukan.” (HR Bukhari, Ahmad, & Thabrani)

Ulama Fiqih aliran Mazhab Syafi’i, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari pernah mengulas secara rinci tentang peristiwa tanda-tanda kiamat kubra secara berurutan sebagaimana dikutip dalam buku Teologi Al Banjari oleh Khairil Anwar.

Tanda kiamat kubra tersebut di antaranya munculnya Imam Mahdi, munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa AS, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, kehancuran Ka’bah, hingga matahari terbit dari barat dan munculnya binatang melata (dabbah).

Anjuran Baca Surah Al Kahfi di Hari Jumat

Seperti yang diketahui, salah satu tanda hari kiamat ialah munculnya sosok Dajjal yang membawa fitnah sangat keji. Dalam hal ini, Imam Syafi’i dalam Kitab Al Umm menganjurkan muslim untuk memperbanyak sholawat dan membaca surah Al Kahfi pada hari Jumat.

Sebagaimana anjuran Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Orang yang membaca surah Al Kahfi pada hari Jumat akan diterangi dengan cahaya antara dua Jumat.” (HR Al-Hakim)

Sebab dikatakan dalam buku Kiamat, Tanda-Tandanya Menurut Islam, Kristen, dan Yahudi karya M. Abdul Hakim, menghafal sepuluh ayat terakhir dari surah Al Kahfi dapat menyelamatkan kita dari fitnah Dajjal.

Sebagaimana pesan Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Barang siapa menghafal sepuluh ayat dari awal surah al-Kahfi, dia akan terlindungi dari Dajjal.” (HR Muslim)

Wallahu a’lam.

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa agar Lancar Berbicara, Bisa Dipraktikkan Sebelum Presentasi


Jakarta

Komunikasi adalah cara manusia menyampaikan pesan kepada orang lain. Metodenya bisa beragam, seperti komunikasi dua arah atau pidato di depan banyak orang. Terkadang, seseorang membutuhkan keberanian lebih saat berbicara, yang dapat membuat ucapannya menjadi berbelit-belit.

Doa kelancaran untuk berbicara ini juga dipanjatkan oleh Nabi Musa AS ketika menghadapi Firaun. Sebagai seorang muslim, kita harus memiliki rasa percaya diri. Sehingga sebelum berbicara di depan banyak orang tentu selain ilmu kita juga harus berbekal doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT.

Berikut adalah doa lancar berbicara yang dapat diamalkan untuk memudahkan dalam menyampaikan pesan.


Doa Lancar Berbicara 1

Detikers bisa mengamalkan doanya sesuai surah Thaha ayat 25-28:

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Arab-latin: rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī

Artinya: “Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku, dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”

Doa Lancar Berbicara 2

Detikers bisa mengamalkan doanya sesuai surah Asy-Syu’ara ayat 12-13 :

قَالَ رَبِّ اِنِّيْٓ اَخَافُ اَنْ يُّكَذِّبُوْنِ ۗ ١٢ وَيَضِيْقُ صَدْرِيْ وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِيْ فَاَرْسِلْ اِلٰى هٰرُوْنَ ١٣

Arab-latin: Qāla rabbi innī akhāfu ay yukażżibụn, Wa yaḍīqu ṣadrī wa lā yanṭaliqu lisānī fa arsil ilā hārụn.

Artinya: “Dia (Musa) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakanku. Dadaku terasa sempit dan lidahku kelu. Maka, utuslah Harun (bersamaku).”

Adab Berbicara

Mengutip buku Penuntun Doa, Yuk!: Beserta Tata Caranya karya Abu Ihsan disebutkan supaya mendapatkan kemudahan dalam berbicara perhatikanlah adab-adab berbicara menurut syariat Islam.

1. Merendahkan suara ketika berbicara dengan orang tua atau para ulama lemah lembut tidak boleh lebih keras dari suara orang tua/ ustaz kita.

2. Bicaralah dengan jelas dan terdengar oleh orang yang kita ajak bicara.

3. Tidak boleh memotong pembicaraan orang lain.

4. Berbicara dengan benar dan tidak bohong.

5. Jangan berbicara sambil berteriak-teriak, namun berbicaralah dengan sopan santun, terutama jika berbicara dengan orang yang lebih tua.

6. Bersikaplah rendah hati dalam berbicara.

7. Tidak boleh mengatakan sesuatu yang tidak kita ketahui permasalahan atau ilmunya.

Keutamaan Berbicara Baik

· Allah memuji seseorang yang berbicara benar.

· Berbicaralah dengan baik dan tidak menyinggung saudara kita, sehingga yang mendengar merasa senang, maka hal itu sama pahalanya dengan bersedekah.

· Allah akan meluruskan amalan kita jika perkataan kita benar dan tidak bohong.

Ayat Al-Qur’an Perintah Berbicara

Perintah Allah SWT kepada hambanya untuk berbicara yang baik-baik. Surah Al-Ahzab ayat 70 https://www.detik.com/hikmah/quran-online/al-ahzab/tafsir-ayat-70-3603:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ٧٠

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”

Serta dalil berikut ini.

“Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga perkara pula. Allah meridhai kalian bila menyembah Allah dan tidak mempersekutukannya, berpegang teguh pada tali (agama) dan tidak terpecah belah. dan Allah membenci kalian bila kalian suka berkata tanpa dasar, banyak bertanya yang tidak bermanfaat, serta menyia-nyiakan harta.” (HR At-Tirmidzi)

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com