Cara Mengusir Semut Menurut Islam, Bacakan Doa Ini


Jakarta

Terkadang kehadiran semut menjadi gangguan di rumah atau jenis tertentu bahkan bisa menyakiti manusia. Hal ini pun kerap membuat kita perlu mengusirnya.

Pengusirannya tidak perlu sampai dibunuh, karena semut termasuk hewan istimewa yang tak boleh dibunuh. Dalam Islam, ada cara untuk mengusir semut dengan doa.

Dalam Islam, ada cara untuk mengusir semut dengan doa. Doa mengusir semut diajarkan oleh Nabi Sulaiman dan termaktub dalam Al Qur’an surat An Naml ayat 18.


Doa Mengusir Semut

Berikut adalah bacaan doa mengusir semut Nabi Sulaiman bahasa Arab, latin, dan artinya:

حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Latin: Hattā iżā atau ‘alā wādin-namli qālat namlatuy yā ayyuhan-namludkhulụ masākinakum, lā yahṭimannakum sulaimānu wa junụduhụ wa hum lā yasy’urụn.

Artinya: “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: ‘Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari,'”.

Larangan Membunuh Semut dalam Islam

Rasulullah SAW melarang kita untuk membunuh hewan semut. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadits riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad berikut.

“Nabi SAW melarang untuk membunuh 4 hewan yaitu semut, lebah, burung hudhud, dan burung shurad,”

Selintas dari hadits di atas, membunuh semut termasuk hal yang dilarang oleh Rasulullah SAW, sehingga termasuk perbuatan yang perlu dihindari.

Tapi, para ulama mengarahkan bahwa semut yang dimaksud hadits tadi tidaklah bermakna mutlak yang mencakup seluruh jenis semut. Melainkan hanya jenis tertentu, seperti semut-semut besar dan panjang yang tersebut dalam kisah Nabi Sulaiman.

Jika dirasa semut itu bisa membahayakan manusia itu sendiri atau berukuran besar maka diperbolehkan untuk membunuhnya. Cara membunuhnya tidak boleh asal, dan jangan dibakar. Melainkan, harus dengan diinjak atau dipukul.

Dilansir laman Nahdlatul Ulama im(NU), membunuh semut dengan perantara membakar bisa menyakiti semut.

Sebagai umat Islam, kita diperintahkan untuk menggunakan cara yang baik dalam membunuh hewan. Terutama tidak membunuh dengan sesuatu yang akan semakin menyiksa hewan itu sendiri.

Namun, ada perbedaan pendapat dikalangan ulama mengenai hukum membunuh semut. Imam Qasthalani mengatakan, “Larangan membunuh semut itu dikhususkan kepada semut yang besar, dan semut kecil diperbolehkan membunuhnya.”

Dalam buku Hadi Qudsi Firman Allah yang Tak Tercantum dalam Al-Qur’an susunan Kasimun, Imam Malik menyebut bahwa makruh hukumnya membunuh semut kecuali jika membahayakan dan tidak bisa menolaknya selain membunuhnya.

Kesimpulannya, semut yang dilarang untuk dibunuh dalam sabda Nabi SAW bukanlah untuk seluruh jenis semut, tapi untuk semut besar dan panjang. Jadi, semut jenis lain boleh dibunuh jika mengganggu/menyakiti manusia.

Maka larangan untuk dibunuhnya menjadi hilang, sehingga semut itu boleh saja dibunuh. Wallahu a’lam.

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com

Teks Bacaan Doa untuk Hari Guru Nasional


Jakarta

Hari Guru Nasional adalah momen yang istimewa untuk mengapresiasi dedikasi para guru dalam mendidik dan membimbing generasi bangsa. Setiap tahunnya, Hari Guru Nasional akan diperingati pada tanggal 25 November dengan berbagai kegiatan, seperti upacara bendera di sekolah-sekolah dan instansi pendidikan lainnya.

Salah satu rangkaian yang tak terpisahkan dalam peringatan ini adalah pembacaan doa untuk Hari Guru, yang menjadi cara terbaik untuk menyampaikan rasa syukur dan harapan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

Pada tahun 2024, pelaksanaan upacara Hari Guru Nasional akan mencakup sesi khusus untuk pembacaan doa untuk Hari Guru. Doa ini juga menjadi bentuk penghormatan bagi guru yang telah tiada, sekaligus harapan untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga rutin mengadakan upacara Hari Guru Nasional setiap tahunnya, lengkap dengan pembacaan doa sebagai bagian dari peringatan Hari Guru Nasional yang bertepatan dengan HUT PGRI.

Teks Bacaan Doa untuk Hari Guru Nasional Penuh Makna

Berikut ini kami sajikan contoh bacaan doa untuk Hari Guru Nasional inspiratif dan penuh makna yang dapat dibaca setelah menyelesaikan upacara peringatan Hari Guru esok hari.

Doa untuk Hari Guru Nasional

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Izinkan kami memandu doa menurut agama Islam, bagi yang beragama lain, kami persilakan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

Bismilllaahirrahmanirrohiim….alhamdulillahirobbil ‘alamin

Allahumma inna nas-aluka bi-anna lakal hamdu, laa ilaha illa anta al-mannaan badii’us samaawaati wal ardhi, yaa dzal jalali wal ikram, yaa hayyu yaa qayyum…Allahumma sholli wa sallim wa baarik ‘ala sayyidina wa maulana muhammadin wa ‘ala aliihi wa shohbihi ajma’in.

Ya Allah, Rabb yang Maha Pengasih dan tak pernah pilih kasih.

Kami bersyukur atas kasih sayang-Mu yang terus kami raih.

Engkau curahkan ilmu melalui tuntunan para guru yang tak pernah letih.

Berjuang mendidik anak bangsa tanpa pamrih.

Walau sedikit dari kami yang berucap terima kasih.

Ya Allah, Dzat yang mewahyukan Iqra’ dalam dada Sayyidul Anbiya’.

Pada hari yang penuh bahagia.

Di tanah bumi pertiwi yang kami cinta.

Kami tundukkan kepala, hati, dan jiwa

Memohon kepada Engkau Yang Maha Kuasa.

Agar Engkau lindungi guru kami tercinta.

Karena mereka adalah pelita.

Penerang dalam gulita.

Ya Allah, Dzat yang Maha Alim dan Bijaksana.

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2023.

Kami ingin menyampaikan apresiasi untuk mereka.

Dengan doa dan harapan terbaik untuk hidup dan kehidupannya.

Karena dengan bahasa cintanya.

Kami dapat mengenal huruf dan angka.

Ya Allah, Dzat yang Maha Baik dan menganugerahkan kebaikan.

Berikanlah jutaan kebaikan untuk guru-guru kami,

karena dari mereka kami belajar tentang kesabaran,

dari mereka kami belajar tentang kebijaksanaan,

dari mereka kami belajar tentang pembelajaran berdiferensiasi yang menyenangkan,

dari mereka kami belajar tentang karakter profil pelajar pancasila yang kami impikan.

Ya Allah, Dzat yang menciptakan kemudahan dalam setiap kesulitan

Kami telah lalui bersama, setiap tantangan dalam dunia pendidikan

Hingga hari ini, kami tetap berdiri tegap

untuk bisa Bergerak Bersama, Rayakan Merdeka Belajar.

Ya Allah, Dzat yang Maha Kuat dan pemberi kekuatan.

Berikanlah para guru kami kekuatan

dalam membimbing kami di setiap deru napas kehidupan.

Kami sadar, kami tak kan mampu menjadi diri kami, tanpa bimbingan para guru, yang telah memulai aktivitas pagi, dengan mempersiapkan segalanya untuk kami.

Ya Allah, Dzat yang menghidupkan hati dengan akhlak terpuji.

Bagaimana mungkin kami tidak mencintai mereka, jika sebelum menutup mata, mereka masih memikirkan anak-anak didiknya,

di tengah kesibukan dan aktivitas keseharian mereka dengan keluarga.

Bagaimana mungkin kami tidak memohon kepada-Mu agar mengampuni dosa-dosa mereka, sementara nama-nama kami selalu terucap di bibir-bibir mereka, dalam setiap munajatnya.

Ya Allah ya Rabbana, dengan mengharapkan hikmat dan rahasia doa-doa ini, mohon kiranya Engkau memperkenankan dan mengabulkan segala yang kami maksudkan kepada-Mu, kiranya Engkau memenuhi segala yang kami mintakan kepada-Mu..

Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina ‘azaban naar…

washollallahu ‘ala sayyidina wa maulana Muhammad wa ‘ala alihi wa sohbihi wa sallam…Walhamdilillahi Robbil ‘alamiin…

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pedoman Upacara Hari Guru Nasional

Dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional, salah satu bentuk apresiasi yang dilakukan adalah dengan diselenggarakannya upacara bendera pada tanggal 25 November. Pemerintah telah menetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, bahwa tanggal tersebut menjadi Hari Guru Nasional, yang turut bertepatan dengan HUT PGRI.

Pada upacara tersebut, tujuan utamanya adalah meningkatkan peran strategis guru dan tenaga kependidikan dalam membangun sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam meningkatkan mutu pendidikan, meneladani semangat dan dedikasi guru sebagai pendidik profesional dan bermartabat dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya kedudukan dan peran strategis guru dan tenaga kependidikan dalam membangun karakter bangsa.

Berdasarkan Surat Kemendikbud nomor 31810/MPK.BlffU.02.03/2024 mengenai : Pedoman Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2024, berikut adalah rincian jadwal upacara bendera untuk perayaan Hari Guru Nasional :

Hari/Tanggal: Senin, 25 November 2024

Waktu: Pukul 08.00 WIB

Lokasi: Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di tingkat pusat, Kantor Kementerian Agama pusat, instansi dan satuan pendidikan di daerah dan Kantor perwakilan Indonesia di luar negeri serta satuan pendidikan di luar negeri.

Sebagai informasi tambahan, upacara bendera Hari Guru Nasional yang diadakan di kantor pusat Kemendikbud ini akan disiarkan langsung melalui saluran YouTube resmi Kemendikbud RI.

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

5 Doa Ketika Sakit Hati agar Diberi Ketenangan dan Kelapangan


Jakarta

Doa menjadi salah satu cara utama untuk mengobati hati yang terluka atau tersakiti. Melalui doa, seorang muslim dapat berserah diri kepada Allah, memohon kekuatan, dan meminta ketenangan.

Dengan doa, hati yang gelisah dapat menjadi damai dan rasa sakit bisa berubah menjadi kesabaran yang mendatangkan pahala. Lantas, doa apa saja yang dapat dibacakan ketika sakit hati?

5 Doa Ketika Sakit Hati agar Diberi Ketenangan dan Kelaapangan

Ketika merasa sakit hati, ada beberapa doa yang dapat dipanjatkan. Bahkan beberapa di antara doa ini dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS.


1. Doa Bersedih Hati dan Meminta Pertolongan Allah

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Arab latin: Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.

Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.”

Menukil buku Penawar Hati yang Sakit oleh Muhammad Ibn Abi Bakr Ibn Qayyim al Jawziyah, ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa rasulullah membacakan doa “Yaa hayyu yaa qoyyuum” ketika sedang bersedih. Berikut haditsnya:

عن أنس بن مالك -رضي الله عنه- قال: “كان النبي -صلى الله عليه وسلم- إذا كربه أمر قال يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث”.

Artinya: “Anas bin Malik berkata, jika Rasulullah tertimpa suatu perkara yang menyedihkan, beliau mengucapkan, ‘Ya hayyu ya qoyyuum birahmatika astaghitsu’.” (Jami’ Tirmidzi.)

2. Doa Minta Kelapangan hati

رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ ۖ

Arab Latin: Rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī.

Artinya: “Dia (Musa) berkata, ‘Ya Tuhanku, lapangkan lah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.'”

Doa kelapangan hati tercantum dalam surat Thoha ayat 27. Isi dari doa ini yaitu permohonan kepada Allah untuk melapangkan hati, menghilangkan rasa gelisah, dan memberi ketenangan dalam menghadaoi setiap ujian dan cobaan.

Dengan doa ini pula, kita memohon agar Allah memudahkan urusan kita. Menurut buku Pengobatan dan Doa Mustajab oleh Muhammad Hasan Husen, doa tersebut baik dibaca saat menghadapi kezholiman seseorang atau kelompok.

3. Doa Meminta Perlindungan Allah

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Arab latin: Hasbunallāhu wa ni’mal-wakīl.

Artinya: “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.”

Doa meminta perlindungan dan pertolongan Allah juga bisa dibacakan ketika sedang sakit hati. Menurut buku Syarah Riyadhus Sholihin oleh Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, doa ini pernah dibacakan oleh Nabi Ibrahim ketika dilemparkan ke api. Qadarullah, Allah membuat api tersebut menjadi dingin.

4. Doa Meminta Ketenangan

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

Arab latin: Allahumma inni as aluka nafsan bika muthmainnatan tukminu biliqaaika wa tardha bi qadhaika wa taqna’u bi ‘athaika.

Artinya: “Ya Allah aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang ridho dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.”

Ketika merasa sakit hati, doa ini dapat dibacakan agar hati merasa tenang. Selain itu, doa ini juga berisi permohonan agar ridho dengan ketetapan Allah SWT.

5. Doa Ketika Tertimpa Kesulitan dan Kesedihan

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيممِ

Arab latin: La Ilaha Illallahul adzimul halim, la ilaha illallah rabbul arsyil adzim, la ilaha illallahu rabbus samawati wa rabbul ardhi rabbul arsyil karim.

Artinya: “Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyayang. Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Pemilik ‘Arsy yang agung. Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Pencipta Langit, Pencipta Bumi, Pemilik ‘Arsy yang mulia.”

Dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas, doa ini dipanjatkan Rasulullah saat mengalami kesulitan. Mengutip Academia Edu oleh Rm Alfi Abdurrahman, “Al karb” yang termaktub dalam hadits ini adalah suatu perkara yang memberatkan manusia dan memenuhi dadanya, sehingga membuatnya marah.

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ يَقُوْلُ عِنْدَ الكَرْبِ : (( لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَظِيمُ الحَليمُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمِ ، لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ، وَرَبُّ الأَرْضِ، وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ)) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .

Artinya: “Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengalami kesulitan (tertekan), beliau mengucapkan,’La Ilaha Illallahul adzimul halim, la ilaha illallah rabbul arsyil adzim, la ilaha illallahu rabbus samawati wa rabbul ardhi rabbul arsyil karim’.” (HR Bukhari dan Muslim).

Itulah beberapa doa yang bisa dibacakan ketika sedang merasa sakit hati. Wallaahu a’lam.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Agar Rezeki Mengalir Setiap Hari, Yuk Amalkan Doa Ini


Jakarta

Doa adalah sarana untuk menyampaikan keinginan atas permintaan secara langsung dari hamba-Nya kepada Allah SWT. Dalam Islam, doa terbagi menjadi dua yaitu doa yang berisikan pujian kepada Allah SWT dan doa yang berisikan permohonan.

Melansir buku kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki yang ditulis KH. Sulaeman bin Muhammad Bahri mengatakan bahwa doa yang merupakan pujian, lebih kepada mengamalkan sifat-sifat Allah (Asma’ul Husna) yang merupakan nama-nama terbaik Allah SWT, sedangkan doa yang berupa permohonan adalah ungkapan permintaan secara langsung kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-A’raf ayat 180 yang berbunyi:


وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ ١٨٠

Artinya: “Allah memiliki Asmaulhusna (nama-nama yang terbaik). Maka, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut (Asmaulhusna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 180)

Selain itu, dalam surah Ghafir ayat 60, Allah SWT juga berfirman tentang perintah berdoa kepada Allah SWT.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Salah satu memohon rezeki kepada Allah, selain dengan berusaha kita juga harus berdoa. Mengutip buku Doa dan Zikir Harian Nabi oleh Imam Abu Wafa berdoa memiliki manfaat utama bagi keberlangsungan hidup manusia.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya barang siapa yang tidak memohon sesuatu kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi)

Mengutip buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki yang ditulis KH. Sulaeman bin Muhammad Bahri, berikut doa-doa pembuka rezeki agar Allah SWT memberikan kelancaran.

5 Doa agar Rezeki Mengalir Lancar

1. Doa agar Terpenuhi Hajat Dunia dan Akhirat

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَاغْنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سَوَاكَ

Allaahumma ikfinii bihalaalika ‘an haraamika waghninii bifadhlika amman siwaaka
Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan kehalalan-Mu dari keha- raman-Mu, dan cukupkanlah aku dengan anugerah-Mu dari selain-Mu.”

Keterangan: Bacalah surat Al-Ikhlas 100 kali setelah salat Jumat, kemudian bacalah doa tersebut.

2. Doa Memohon Rezeki yang Halal dan Berkah

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مَا يَكْفِيْنِي وَصْنَعْ عَنِّي مَا يُطْغَيْنِي

Allaahummarzuqnii maa yakfiinii washna’ annii maa yuthghinii

Artinya: “Ya Allah, berilah aku rezeki yang cukup dan baik, serta cegahlah diriku dari rezeki yang mencelakakan aku.”

3. Doa Pembuka Rezeki dan Kekayaan

اللَّهُمَّ يَا غَنِيٌّ يَا مُغْنِي أَغْنِنِي عَنِّى أَبَدًا وَيَا عَزِيزُ يَا مُعِزُّ أَعزَّنِي بِإِعْزَازِ عِزَّةٍ قُدْرَتِكَ وَ يَا مُيَسَّرَ الْأُمُورِ يَسْرْ لِي أُمُورَ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ يَا خَيْرَ مَنْ يُرْجِي يَا اللَّهُ

Allaahumma yaa ghaniyyu yaa mughnii aghninii ghinan abadan wa yaa ‘aziizu yaa mu’izzu a’izzanii bi i’zaazi ‘izzati qudratika wa yaa muyassiral umuuri yassirlii umuuraddunyaa wad diini yaa khaira man yurjaa yaa allaahu

Artinya: “Ya Allah, Dzat yang Maha Kaya dan memberikan kekayaan, berilah kekayaan kepadaku yang abadi. Wahai Dzat yang Maha Mulia yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling baik, ya Allah.”

Keterangan: Bacalah doa ini setelah salat fardhu, shalat Hajat, dan salat sunah Tahajjud sebanyak 3 kali.

4. Doa Perlidungan dari Kesempitan Rezeki

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ ضِيقِ الرِّزْقِ الدُّنْيَا وَضِيْقِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Allaahummaghfirlii warhamnii wahdinii wardzuqnii wa’aafinii wa’fu’annii, allaahumma innii a’udzubika min dhiqir rizqiddunyaa wadiiqi yaumil qiyaamati walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku, berilah rezeki kepadaku, sejahterakanlah aku, dan maafkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kesempitan urusan dunia dan kesempitan pada hari kiamat. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Keterangan: Bacalah doa ini sebanyak 90 kali setelah salat sunah Tahajjud.

5. Doa agar Dicukupkan Rezeki

حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Hasbiyallaahu laailaahailla hua’alaihi tawakkaltu wahuwa robbul ‘arsyil azhiimi

Artinya: “Allah telah mencukupkan padaku, tiada Tuhan melainkan Engkau dan pada-Mu aku aku berserah diri, Engkau Tuhan yang menguasai arasy yang besar.”

Keterangan: Bacalah sebanyak 3 kali setiap pagi setelah salat Subuh.

(lus/inf)



Sumber : www.detik.com

4 Doa Penutup Acara Hari Guru yang Bisa Diamalkan Muslim


Jakarta

Doa penutup acara Hari Guru dibaca agar kegiatan yang telah diselenggarakan diberkahi oleh Allah SWT. Selain itu, sebagai umat Islam sudah sepantasnya kita berdoa ketika memulai dan menutup suatu acara.

Allah SWT memerintahkan setiap muslim untuk berdoa kepada-Nya, Dia berfirman dalam surah Gafir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Selain itu, doa penutup acara juga didasarkan pada hadits dari Abu Barzah Al Aslami RA. Diriwayatkan,

“Rasulullah SAW hendak bangun dari suatu majelis, beliau membaca Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaiik. Kemudian seorang sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, Engkau telah membaca bacaan yang dahulu tidak biasa engkau baca.’ Rasulullah menjawab, ‘Itu sebagai penebus dosa yang terjadi dalam sebuah majelis’.” (HR Abu Dawud dan Imam Tirmidzi)

Berikut beberapa doa penutup acara Hari Guru yang bisa diamalkan muslim seperti dinukil dari buku Kumpulan Doa Sehari-hari karya Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI dan kitab Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin Wahf Al-Qahthani yang diterjemahkan Qosdi Ridlwanullah.

4 Doa Penutup Acara Hari Guru

1. Doa Penutup Acara Hari Guru Versi Pertama

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبِّي وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subḥānakallahumma rabbī wa biḥamdika lā ilaha illa anta astagfiruka wa atūbu ilaik.

Artinya: “Maha Suci Engkau, Ya Allah wahai Rabbku, dan dengan memuji-Mu, tiada Ilah selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

2. Doa Penutup Acara Hari Guru Versi Kedua

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ.

Rabbigfirlī wa tub ‘alayya innaka antat-tawwābul-gafūr

Artinya: “Wahai Tuhanku! Ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Pengampun.” (HR Tirmidzi no 3/153 dan Ibnu Majah no 2/321)

3. Doa Penutup Acara Hari Guru Versi Ketiga

Doa penutup acara Hari Guru versi selanjutnya dikutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit oleh H Hamdan Hamedan. Doa tersebut berasal dari hadits Ibnu Umar RA,

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Allahummaqsim lana min khasy-yatik, maa tahulu bainanaa wa baina ma’shiyyatik, wa min thaa’atika maa tuballighuna bihi jannatak wa minal yaqiini ma tuhawwinu bihi ‘alaina mashaaibad dunya.

Allahumma matti’naa bi asmaa’inaa wa abshaarina wa quwwatinaa ma ahyaytana waj’alhul waaritsa minna waj’alhu tsa’ranaa ‘alaa man ‘aadanaa wa laa taj’al mushiibatanaa fii diininaa wa laa taj’alid dunya akbara hamminaa wa laa mablagha ‘ilminaa wa laa tusallith ‘alainaa man laa yarhamunaa.

Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.

Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami.” (HR Tirmidzi)

4. Doa Penutup Acara Hari Guru Versi Keempat

Doa penutup acara lainnya juga bisa diamalkan dari ayat suci Al-Qur’an, yaitu pada surah As Saffat ayat 180-182,

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Subhaana rabbikaa rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliin, wal hamdulillahi rabbil ‘aalamiin

Artinya: “Maha Suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan. Selamat sejahtera bagi para rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Kedudukan Guru dalam Islam

Diterangkan dalam buku Konsep Pendidik Menurut KH. M. Hasyim Asy’ari dalam Kitab Al Adab Al-‘Alim Wa Al-Muta’alim dan Relevansinya terhadap Kompetensi Guru PAI yang disusun oleh Zulfaizah Fitri, guru memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Kedudukan ini tidak diukur dari aspek materi, melainkan apa yang Allah SWT persiapkan di akhirat kelak bagi mereka.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits,

“Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fikih dan ulama. Disebut pendidik apabila seseorang mendidik manusia dengan memberikan ilmu sedikit-sedikit yang lama-lama menjadi banyak.” (HR Bukhari)

Selain itu, Imam Al-Ghazali berpendapat bahwa guru dituntut melaksanakan tugas untuk menyampaikan ilmu. Oleh karenanya, mereka harus beradab dan mengikut ajaran Nabi Muhammad SAW.

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com

5 Doa Memilih Pemimpin Adil dan Amanah



Jakarta

Ada doa yang bisa diamalkan ketika hendak memilih pemimpin. Doa ini berisi harapan agar mendapatkan pemimpin yang adil dan amanah.

Dalam Islam, pemimpin adalah sosok yang istimewa, ia memiliki derajat yang lebih tinggi. Pemimpin juga menjadi panutan bagi masyarakat, untuk itu orang yang menjadi pemimpin haruslah mampu bersikap adil dan siap bertanggung jawab mengemban amanah.

Dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 59, Allah SWT berfirman,


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baiknya pemimpin adalah mereka yang kamu cintai dan mencintai kamu, kamu berdoa untuk mereka dan mereka berdoa untuk kamu. Seburuk-buruk pemimpin adalah mereka yang kamu benci dan mereka membenci kamu, kamu melaknati mereka dan mereka melaknati kamu.” (HR Muslim).

Mengutip buku Kepemimpinan Islam: Teori dan Aplikasi karya Muhammad Budiman, dijelaskan kepemimpinan merupakan suatu amanah dan tanggung jawab yang harus dilakukan, bukan suatu keistimewaan apalagi dianggap sebagai anugerah. Seorang yang terpilih sebagai pemimpin harus mengemban sikap amanah yakni menunaikan tugas dengan semestinya.

Dalam hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Jika amanah itu diabaikan maka tunggulah kiamat. Sahabat pernah bertanya tentang bagaimana amanah itu disia-siakan ya Rasulullah? Rasulullah menjawab, jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.” (HR Bukhari)

Hadits tersebut menegaskan bahwa tugas seorang pemimpin adalah berat, dan sudah sepantasnya yang mengemban amanah tersebut adalah orang yang ahli di bidangnya.

Doa Memilih Pemimpin Adil dan Amanah

Berikut kumpulan doa memilih pemimpin yang adil dan amanah. Doa ini bisa diamalkan ketika merasa galau dan bimbang menentukan sosok pemimpin.

1. Doa Memilih Pemimpin Versi Pertama

اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء

Bacaan latin: Allahumma inni a’udzubika min imratisshibyan was sufaha’

Artinya: “Ya Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.”

2. Doa Memilih Pemimpin Versi Kedua

اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا

Bacaan latin: Allahumma laa tusallith ‘alainaa bidzunubinaa man laa yakhafuka fiinaa wa laa yarhamunaa

Artinya: “Ya Allah dikarenakan dosa-dosa kami janganlah Engkau kuasakan (beri pemimpin) orang-orang yang tidak takut kepada-Mu atas kami dan tidak pula bersikap rahmah kepada kami.”

3. Doa Memilih Pemimpin Versi Ketiga

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

Bacaan latin: Allahuma ‘aslih wulat ‘umurina, aallahuma wafiqhum lima fih salahuhum wasalah al’iislam walmuslimina, aallahuma ‘aeinhum ealaa alqiam bimahamihim kama ‘amartahum ya rabbal alamin. Allahuma ‘abid ‘anhum bitanatassu’i walmufsidin waqarib ‘iilayhim ‘ahl alkhayr walnaasihin ya rabbal alamin, Allahuma ‘aslih wulat ‘umur almuslimin fi kuli makanin.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.”

4. Doa Memilih Pemimpin Versi Keempat

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَواتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، كُنْ لِي جَاراً مِنْ فُلَانِ بْنِ فُلانٍ، وَأَحْزَابِهِ مِنْ خَلَائِقِكَ، أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Bacaan latin: Allahumma rabbis samaawaati wa rabbil ‘arsyil adziim, kun lii jaaram min fulaanibni fulaan, wa ahzabihi min kholaa- iq, ay yafrutho ‘alayya ahadum minhum aw yathghoo, ‘azza jaaruka wa jalla tsanaa- uka wa laa ilaaha illaa anta.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan tujuh lapis langit dan Tuhan Arasy yang agung, jadilah pelindungku dari Fulan bin Fulan (sebutkan nama), dan kelompoknya dari makhluk-Mu yang ingin bertindak jahat ke atasku. Sangat mulia pelindungan-Mu dan sangat tinggi pujian-Mu, tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau.”

5. Doa Memilih Pemimpin Versi Kelima

اللَّهُمَّ يَا سَلَامُ يَامُؤْمِنُ سَلِّمْنَا وَأَمِّنَا وَسَلَّمْ وَامِّنْ شُعْبَ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَزُعَمَائِهِمْ اللَّهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ نستغيث

Bacaan latin: Allahumma ya salam yamu’minu sallimna wa’ammina wasallam wammin syu’aiba ‘iindunisiya wazu’amayihim, allahumma ya hayyu ya qayum birahmatika nastaghitsi.

Artinya: “Ya Allah, ya Tuhan kami Yang Maha Penyelamat dan Pemberi aman, berikanlah keselamatan dan keamanan kepada kami dan bangsa Indonesia serta para pemimpin kami. Ya Allah, ya Tuhan kami Yang Maha Pengatur, atas belas kasihan-Mulah kami mengharap pertolongan.”

Itulah beberapa doa yang dapat diamalkan ketika hendak memilih pemimpin.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Bagaimana Cara Memimpin Yasin dan Tahlil? Ini Urutannya Lengkap dengan Doa


Jakarta

Tahlilan adalah tradisi yang lekat dalam masyarakat muslim Indonesia sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi mereka yang telah meninggal dunia.

Dalam pelaksanaannya, tahlilan biasanya dipimpin oleh seseorang yang memahami bacaan tahlil atau dikenal dengan istilah pemimpin tahlil. Peran pemimpin tahlil ini sangat penting karena ia bertugas memandu jalannya acara agar sesuai dengan adab dan nilai-nilai agama.

Mengutip dari buku Tahlilan-Hadiyuwandzikir dan Ziarah Kubur karya Sutejo Ibnu Pakar, pemimpin tahlil biasanya ditunjuk oleh keluarga ahli waris karena memiliki ilmu agama yang cukup, suara lantang dan jelas, serta kepribadian yang baik, sehingga dapat membawa suasana khusyuk dalam acara tersebut.


Seorang pemimpin tahlil tidak hanya bertugas melafalkan bacaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan jamaah agar bersama-sama mengirimkan doa terbaik bagi almarhum. Oleh karena itu, penting untuk memahami tata cara memimpin Yasin dan tahlil yang benar, mulai dari tawasul hingga doa penutup.

Cara Memimpin Yasin dan Tahlil

Memimpin Yasin dan tahlil perlu Anda lakukan dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Simak urutannya berikut ini.

  1. Membuka acara dengan kata pengantar yang menjelaskan niat dan tujuan tahlil untuk siapa.
  2. Mengajak jamaah untuk mengucapkan tawasul kepada Nabi, Rasul, sahabat, wali, syuhada, orang saleh, serta Syekh Abdul Qodir Al Jailani.
  3. Melanjutkan bacaan para jamaah dengan mengirimkan tawasul kepada orang-orang yang telah meninggal, seperti orang tua, keluarga, dan khusus untuk arwah yang membutuhkan doa.
  4. Memimpin jamaah untuk membaca surah Yasin dari awal hingga akhir.
  5. Mengarahkan jamaah agar membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali dengan khusyuk.
  6. Mengarahkan jamaah untuk melafalkan bacaan tahlil dan takbir bersama-sama.
  7. Mengajak jamaah membaca Surah Al-Falaq sebanyak tiga kali.
  8. Mengarahkan jamaah untuk mengulang bacaan tahlil dan takbir.
  9. Mengajak jamaah untuk melantunkan Surah An-Nas sebanyak tiga kali.
  10. Mengarahkan jamaah agar kembali melafalkan bacaan tahlil dan takbir dengan khusyuk.
  11. Mengajak jamaah membaca Surah Al-Fatihah dengan niat tulus untuk mendapatkan rahmat Allah SWT.
  12. Mengarahkan jamaah membaca ayat 1-5 dari Surah Al-Baqarah secara bersama-sama.
  13. Melanjutkan bacaan dengan mengajak jamaah membaca ayat 163 dari Surah Al-Baqarah.
  14. Mengajak jamaah melantunkan Ayat Kursi sebagai bentuk doa dan permohonan perlindungan Allah SWT.
  15. Mengarahkan jamaah membaca ayat 284-286 dari Surah Al-Baqarah.
  16. Mengajak jamaah untuk memohon rahmat Allah SWT dan keselamatan bagi Ahlul Bait melalui doa yang dipanjatkan.
  17. Mengajak jamaah melafalkan istighfar sebanyak tiga kali untuk memohon ampunan Allah SWT.
  18. Mengarahkan jamaah untuk merenungkan keutamaan bacaan tahlil dalam kehidupan sehari-hari.
  19. Memimpin jamaah melafalkan bacaan tahlil sebanyak 33 kali bersama-sama.
  20. Mengajak jamaah membaca dua kalimat syahadat dengan penuh keyakinan.
  21. Mengajak jamaah melantunkan sholawat Nabi dengan cinta dan penghormatan.
  22. Mengarahkan jamaah untuk melafalkan tasbih sebanyak sepuluh kali sebagai bentuk dzikir.
  23. Memimpin jamaah untuk melanjutkan dengan pembacaan sholawat Nabi kembali.
  24. Mengajak jamaah membaca ayat 56 dari Surah Al-Ahzab dengan penuh khidmat.
  25. Memimpin jamaah membaca kembali Surah Al-Fatihah.
  26. Mengajak jamaah membaca doa setelah bacaan tahlil dengan ikhlas dan khusyuk.
  27. Mengarahkan jamaah untuk kembali melantunkan Surah Al-Fatihah sebagai bagian dari penutupan.
  28. Mengajak jamaah menutup acara dengan membaca doa penutup tahlil

Contoh Bacaan Tahlil Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

Bagi Anda yang ingin mempelajari bacaan Tahlil, berikut ini kami sajikan contoh bacaan Tahlil lengkap dengan teks Arab, transliterasi latin, dan artinya, agar lebih mudah dipahami dan diamalkan.

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ

Latin: Laa ilaaha illallaah

Artinya: “Tiada tuhan selain Allah.”

Doa Tahlil

Setelah menyelesaikan seluruh susunan bacaan Yasin dan tahlil sebelumnya, disunnahkan untuk membaca doa penutup tahlil berikut ini.

وَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيْمُ (2X)

بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ارْحَمْنَا. اَللَّهُمَّ بِحَقِّ الفَاتِحَةِ وَبِسِرِّ الفَاتِحَةِ وَبِكَرَامَةِ الفَاتِحَةِ، يَا فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ذُنُوْبَنَا وَاسْتُرْ عُيُوْبَنَا وَفَرِّجْ هُمُوْمَنَا وَاكْشِفْ غُمُوْمَنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، دَعْوَاهُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلَامٌ، وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

Wa’fu ‘annā yā Karīm (2X)

Bi rahmatika yā Arhamar Rāhimīn irhamnā. Allāhumma bi haqqil-Fātihah wa bi sirril-Fātihah wa bi karāmati Fātihah, yā Fārijal hamm yā Kāshifal gham yā man li ‘abdihi yaghfiru wa yarham. Allāhumma aghfir dhunūbanā wa-stur ‘uyūbanā wa farrij humūmanā wa-kshif ghumūmanā wa aslih dhāta bayninā, da’wāhum fīhā subhānaka Allāhumma wa tahiyyatuhum fīhā salām, wa ākhiru da’wāhum anil hamdu lillāhi Rabbil ‘ālamīn.

Maafkanlah kami wahai Tuhan yang Maha Pemurah (2 kali).

Dengan kasih sayang-Mu wahai zat yang paling pengasih, kasihanilah kami. Ya Allah, berkat hakikat, rahasia, dan kemuliaan Surah Al-Fatihah, wahai Tuhan pemberi jalan dari kebingungan, pembuka jalan dari kebimbangan, wahai Tuhan yang pengampun dan penyayang hamba-Nya, ya Allah ampunilah dosa kami, tutuplah aib kami, berikan jalan atas kebingungan kami, bukakanlah jalan atas kebimbangan kami, dan damaikanlah perseteruan di antara kami. Doa mereka (ahli surga) di dalamnya adalah “Maha suci Engkau ya Allah.” Penghormatan mereka di dalamnya adalah salam. Akhir doa mereka adalah “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

(inf/inf)



Sumber : www.detik.com

Hadits Larangan Meminta Jabatan, Pemimpin Harus yang Dicintai dan Mencintai Rakyat



Jakarta

Larangan meminta jabatan dijelaskan dalam beberapa hadits Rasulullah SAW. Seorang calon pemimpin dilarang untuk meminta jabatan karena hal tersebut dapat membawa pada kesesatan.

Menjabat posisi sebagai pemimpin bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan sosok yang cerdas, kuat, bijaksana serta adil agar dapat menjalankan tanggung jawabnya secara amanah.

Seorang pemimpin hendaknya memiliki rasa cinta kepada rakyatnya, demikian pula sebaliknya. Hal ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits,


“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian cintai dan mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka pun mendoakan kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian benci dan membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” (HR Muslim).

Hadits Larangan Meminta Jabatan

Rasulullah SAW pernah bersabda tentang larangan meminta jabatan. Dari Abdurrahman bin Samurah mengatakan, Nabi SAW berkata,

عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا فَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ وَأْتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ

Artinya: “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika kamu diberi jabatan dengan tanpa meminta, maka kamu akan ditolong, dan jika kamu diberinya karena meminta, maka kamu akan ditelantarkan, dan jika kamu bersumpah, lantas kamu lihat ada suatu yang lebih baik, maka bayarlah kafarat sumpahmu dan lakukanlah yang lebih baik.” (HR. Bukhari).

Dalam buku 100 Hadits Pilihan (Materi Hafalan, Kultum dan Ceramah Agama) karya Muhammad Yunan Putra, Lc., M.HI. hadits ini memiliki kandungan bahwa pemimpin adalah orang yang diberikan amanah dan menaungi kehidupan orang banyak, tidak hanya bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup masyarakatnya (kemakmuran) tapi juga melindungi dari segala yang membahayakan mereka. Seorang pemimpin adalah orang yang menempakan kaki kanannya berada di surga dan kaki kirinya berada di neraka; artinya sedikit saja ia tergelincir maka neraka adalah tempat mereka namun apabila mereka adil terhadap rakyatnya, maka surgalah tempatnya.

Maka dari hadits tersebut dapat diambil beberapa kandungan, diantaranya:

1. Larangan meminta untuk ditunjuk atau dipilih menjadi seorang pemimpin, namun larangan ini tidak bersifat mutlak; artinya seseorang boleh saja meminta meminta namun dengan syarat hendaknya ia benar-benar mampu dalam segala hal sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi Yusuf ketika ia meminta untuk ditunjuk menjadi seorang bendahara negara.

2. Terdapat juga kisah seorang sahabat yang meminta jabatan, namun ditolak oleh Rasulullah SAW karena dianggap tidak mampu dan Rasulullah mengkhawatirkan akan menjerumuskannya dalam neraka.

Ia adalah Abu Dzar RA, seorang sahabat yang meminta jabatan kepada Nabi SAW, lalu nabi menolaknya:

يَا رسول الله، ألا تَسْتَعْمِلُني؟ فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبي، ثُمَّ قَالَ: ((يَا أَبَا ذَرٍّ، إنَّكَ ضَعِيفٌ، وإنّها أمانةٌ، وَإنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ، إلا مَنْ أخَذَهَا بِحَقِّهَا، وَأدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا)). رواه مسلم.

Dari Abu Dzar dia berkata, saya berkata, “Wahai Rasulullah, tidakkah anda menjadikanku sebagai pegawai (pejabat)?” Abu Dzar berkata, “Kemudian beliau menepuk bahuku dengan tangan beliau seraya bersabda: “Wahai Abu Dzar, kamu ini lemah (untuk memegang jabatan) padahal jabatan merupakan amanah. Pada hari kiamat ia adalah kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi siapa yang mengambilnya dengan haq dan melaksanakan tugas dengan benar.” (Muslim)

3. Pemimpin yang diangkat bukan karena meminta maka akan ditolong oleh Allah SWT, berbeda dengan pemimpin yang ditunjuk karena meminta jabatan, mereka akan ditelantarkan oleh Allah SWT.

4. Ketika seorang pemimpin tidak mampu menunaikan janji yang mereka ucapkan, maka wajib membayar kafarat sumpah (kafaratul yamin). Kafarat sumpah ini bersifat umum, tidak hanya sumpah atau janji yang dilakukan oleh para pemimpin namun kepada siapa saja yang telah melakukan sumpah, janji atau bernazar terhadap sesuatu.

Dalam hadits lain disebutkan bahwa Al-Abbas pernah meminta kepada Rasulullah SAW jabatan sebagai gubernur Makkah dan Thaif atau Yaman, maka beliau bersabda kepadanya, “Hai paman, satu jiwa yang engkau selamatkan lebih baik dari kekuasaan yang tidak dapat engkau pertanggungjawabkan.”

Rasulullah SAW bersabda, “Hai Abbas pamanku, dan Shafiyah bibiku, serta Fatimah binti Muhammad, aku sama sekali tidak dapat menjadi jaminan keselamatan bagi kalian di hadapan Allah nanti. Bagiku mal ibadahku dan bagi kalian amal ibadah kalian.”

Hadits Pemimpin yang Memberikan Jabatan pada Orang yang Tidak Amanah

Mengutip buku 500 Kisah Orang Saleh Penuh Hikmah karya Imam Ibnul Jauzi, jabatan bisa menjadi sebuah cobaan, jika pemimpin tidak amanah maka langit dan bumi serta gunung, niscaya semuanya enggan menerimaya dan merasa berat.

Yazid bin Jabir meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Amrah Al-Anshari, bahwa Umar bin Khattab mempekerjakan seorang lelaki dari Anshar untuk mengurus sedekah, kemudian dia melihatnya setelah beberapa hari berdiam dir rumah. Dia pun berkata kepadanya, “Apa yang membuatmu tidak pergi ke tempat kerjamu? Apakah engkau tidak tahu bahwa dengan bekerja engkau akan mendapatkan pahala sebagai mujahid di jalan Allah?”

Dia menjawab, “Saya tidak tahu. Mengapa bisa seperti itu?”

Lalu dia melanjutkan, “Saya mendengar kabar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja pemimpin yang memegang suatu jabatan mengurus urusan manusia, niscaya dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan terikat tangannya ke lehernya. Kemudian dia dihentikan di jembatan neraka, dan jembatan itu pun bergerak keras sehingga seluruh bagian tubuh orang itu terlepas dari tempatnya. Kemudian bagian-bagian tubuhnya itu dikembalikan ke tempatnya. Dam, dia pun diperhitungkan perbuatannya. Jika dia berbuat baik, maka dia selamat dengan perbuatan baiknya itu. Sedangkan jika dia berbuat buruk, maka jembatan itu akan terbakar membakar dirinya, dan dia pun jatuh ke neraka yang dalamnya tujuh puluh tahun.”

Mendengar hadits ini, Umar RA yang memberikan jabatan kepada orang yang tidak amanah tersebut lantas berucap, “Duhai malangnya Umar, bukankah ia adalah orang yang memegang tampuk kekuasaan umat dengan segala tanggung jawabnya?”

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, “Seburuk-buruk pemimpin adalah al huthamah.” Dia adalah orang yang binasa.

Al-huthamah adalah pemimpin yang tegas dan keras terhadap pegawainya, namun memberikan kelonggaran bagi dirinya sendiri untuk bertindak korupsi.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa setelah Mandi Wajib Pria yang Wajib Diketahui


Jakarta

Mandi wajib pria adalah salah satu ibadah penting dalam Islam yang harus dilakukan ketika seorang pria berada dalam kondisi junub. Kondisi ini bisa terjadi karena keluarnya sperma setelah berhubungan, mimpi basah lalu keluar air mani, atau pria yang baru masuk Islam.

Dalam ajaran Islam, mandi wajib bertujuan untuk menyucikan diri secara lahir dan batin, sebagaimana yang disebutkan dalam surah Al-Maidah ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ٦


Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.”

Mengutip buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir karya Zakaria R. Rachman, hakikat mandi wajib adalah meratakan air ke seluruh tubuh, termasuk rambut hingga ujung kaki, dengan niat untuk menghilangkan hadas besar.

Bagi pria, memahami tata cara mandi wajib dengan benar adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Apalagi, doa setelah mandi wajib juga menjadi pelengkap agar ibadah ini menjadi lebih sempurna.

Niat Mandi Wajib Pria

Dalam menjalankan mandi wajib, niat menjadi bagian paling penting untuk menjadikan ibadah ini sah. Berikut adalah niat mandi wajib pria dilengkapi dengan transliterasi Latin dan artinya.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latinnya: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta’aala.

Artinya: “Aku berniat mandi menghilangkan hadas besar wajib karena Allah Taala.”

Tata Cara Mandi Wajib Pria

Sebelum menjalankan mandi wajib, penting untuk memahami tata cara yang sesuai dengan tuntunan agama. Berikut adalah tata cara mandi wajib pria yang harus diketahui.

  1. Membaca niat ikhlas karena Allah SWT
  2. Membasuh kedua tangan
  3. Membersihkan kemaluan menggunakan tangan kiri
  4. Berwudu seperti wudu untuk sholat
  5. Mengguyurkan air ke atas kepala hingga rata diikuti mengguyur air ke seluruh bagian tubuh mulai dari kanan hingga kiri
  6. Membasahi seluruh rambut
  7. Membasuh kedua kaki hingga bersih tiga kali dimulai dari kaki kanan lalu kiri
  8. Tidak berlebihan dalam menggunakan air

Doa setelah Mandi Wajib Pria

Setelah selesai melaksanakan mandi wajib, membaca doa menjadi langkah penting untuk menyempurnakan ibadah. Bacaan doa setelah mandi wajib pria sebenarnya sama dengan doa setelah wudu seperti yang diutarakan oleh Fatkhur Rahman dalam bukunya Pintar Ibadah.

Berikut adalah bacaan doa setelah mandi wajib pria yang dikutip dari buku Malaikat pun Mengamini: Kumpulan Doa Penggapai Rida Ilahi tulisan Hamdan Hamedan.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Latinnya: Asyhadu allaa llaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allaahummaj’alnii minat-tawwabiina, waj’alnii minal- muta-thahiriina.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Ilah (Yang berhak disembah) me- lainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci.”

(inf/inf)



Sumber : www.detik.com